JAYAPURA —NOKENLIVE.com Dalam rangka memaknai Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI Tahun 2025, SMPN 2 Jayapura menggelar pelatihan pembuatan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai persiapan asesmen akhir semester Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan berlangsung di ruang rapat sekolah pada Kamis (20/11/2025) siang dan dibuka langsung oleh Pengawas Pembina SMPN 2 Jayapura dari Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Devlin Lolowang, M.Pd.
Atas nama Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan, Devlin Lolowang memberikan apresiasi tinggi kepada kepala sekolah dan dewan guru yang telah menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi tersebut.

“Apa yang dilakukan kepsek dan dewan guru sangat baik sekali, dalam rangka mengantisipasi pelaksanaan TKA bagi kelas IX di Tahun 2026 mendatang,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa TKA akan menjadi syarat penting bagi siswa ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK di Kota Jayapura.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Caroline Enok, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari sosialisasi pembuatan soal TKA yang akan digunakan untuk siswa kelas IX tahun 2026.
“Di tengah menyambut HUT ke-80 PGRI 2025 dan Hari Guru Nasional 2025, kami melaksanakan pelatihan sekaligus sosialisasi tentang pembuatan soal terkait TKA bagi siswa kelas IX di Tahun 2026 mendatang,” tuturnya.
Peserta pelatihan terdiri dari guru kelas VII hingga kelas IX. Setiap peserta diwajibkan membawa laptop untuk mendukung penyusunan soal dan persiapan asesmen akhir semester.
“Bersyukur sekali boleh terlaksana sebab bapak ibu dewan guru sangat sibuk tetapi demi kepentingan anak didik sehingga sekolah melaksanakan pelatihan ini guna memantapkan kesiapan menghadapi TKA,” tegas Caroline.
Namun demikian, dari sisi infrastruktur sekolah masih menghadapi keterbatasan. SMPN 2 Jayapura saat ini hanya memiliki dua laboratorium komputer dengan masing-masing 21 dan 27 unit komputer. Jumlah tersebut sangat jauh dari cukup untuk mengakomodasi 364 siswa kelas IX sebagai peserta TKA.
“Untuk itu, pihak sekolah sangat mengharapkan partisipasi serta dukungan para orangtua murid khususnya kelas IX agar terlaksananya kegiatan TKA ini, dengan menyediakan laptop bagi buah hatinya saat pelaksanaan tes tersebut,” ujar kepala sekolah.
Menanggapi usulan penggunaan gawai (HP) sebagai alternatif, Caroline menegaskan bahwa penggunaan handphone justru berpotensi menyulitkan siswa.
“Kalau gunakan handphone akan menyulitkan anak didik kita, apalagi soalnya panjang dan perlu membaca juga analisis. Lebih efektif kalau menggunakan laptop agar memudahkan peserta didik nantinya,” jelasnya.
Adapun mata pelajaran yang akan diuji dalam TKA meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia, dengan fokus pada kemampuan numerasi dan literasi. (Melviandres Pamanggori-Redaksi DA)





Apa komentar anda ?