JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Pemerintah Kota Jayapura melaksanakan rapat kordinasi bersama pihak Badan Gizi Nasional di Jayapura. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Walikota Jayapura pada hari Selasa, (9/9/2025).
Turut hadir Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru dan pihak BGN dari pusat serta perwakilan instansi terkait dilingkungan Pemkot Jayapura.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengatakan pertemuan ini dalam rangka melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program nasional presiden republik indonesia, yaitu Makan Bergizi Gratis di Indonesia termasuk di Kota Jayapura.
“Hingga kini Kota Jayapura sudah mempunyai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur bagi kegiatan MBG berjumlah 12 dapur yang tersedia, “ ujarnya Wali Kota.
“Memang masih ada warga masyarakat atau orangtua yang belum terima anaknya mendapat program makan bergizi gratis ini, untuk itu perlu terus di sosialisasikan secara berkelanjutan ke masyarakat di Papua lebih khusus di Jayapura,” sambung dia.
Kata Abisai, hal lain adalah pihak Badan Gizi Nasional supaya terus melakukan sosialisasi terhadap program makan bergizi gratis ke masyarakat di Papua.
Kemudian kata orang nomor satu di Kota Jayapura ini, perlu juga melibatkan orang Papua didalam menyiapkan dapur dan proses penyediaan makanannya dalam program makan bergizi gratis tersebut, “ ujarnya.
Selain itu juga, libatkan para Lurah dan Kepala Kampung yang ada di Kota Jayapura, supaya ikut mensosialisasikan daripada program nasional makan bergizi gratis kepada warganya dan masyarakat di setiap kampung yang ada.
“Makan bergizi gratis ini amat penting bagi anak-anak, agar sehat dan kuat juga cerdas yang merupakan generasi penerus pembangunan di atas Tanah Papua dan Indonesia pada umumnya, “ tuturnya.
Ditambahkannya Wali Kota Jayapura, di Kota Jayapura ada sekitar 300 sekolah dan yang sudah terlayani ada 120 sekolah. Selain itu, akan lagi melakukan penambahan daripada dapur masak bagi kegiatan MBG tersebut.
“Berkordinasi bagi penyediaan bahan baku yang akan dimasak berupa daging, ikan, telur dan sayuran ini masih terkendala, untuk itulah butuh kerjasama pihak lain dalam penyediaan bahan bakunya, “ jelasnya.
Abisai berharap, program MBG tidak terputus tetapi harus berlanjut, dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama para orangtua siswanya, agar paham dan bisa menerima program makan bergizi gratis yang notabene diperuntukan bagi anak didik juga ibu hamil nantinya. (Melviandres Pamanggori/Fredik)





Apa komentar anda ?