ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Sabtu, Agustus 1, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » FGD BKPSDM Papua Tengah Resmi Di Buka, Gubernur Minta Pimpinan BKD 8 Kabupaten Manfaatkan Aplikasi E-Kinerja

FGD BKPSDM Papua Tengah Resmi Di Buka, Gubernur Minta Pimpinan BKD 8 Kabupaten Manfaatkan Aplikasi E-Kinerja

Oleh : Nokenlive
26 Agustus 2025
Di Papua Tengah
0
FGD BKPSDM Papua Tengah Resmi Di Buka, Gubernur Minta Pimpinan BKD 8 Kabupaten Manfaatkan Aplikasi E-Kinerja

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Otsus Provinsi Papua Tengah, Ukkas membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah, Selasa (26/8/2025). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah

TIMIKA, NOKENLIVE.com- Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Otsus Provinsi Papua Tengah, Ukkas membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah, Selasa (26/8/2025).

Kegiatan FGD bertajuk Percepatan Penerapan Sistem Manajemen Kinerja di Wilayah Provinsi Papua Tengah ini dihadiri oleh oleh pimpinan dan perwakilan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dari 8 kabupaten di Papua Tengah serta Bagian Pengelola Kepegawaian dari 22 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Provinsi Papua Tengah.

Gubernur Meki Nawipa menegaskan, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 6 tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara memuat subtansi perencanaan kinerja pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaksanaan, pemantauan, dan pembinaan kinerja pegawai asn, penilaian kinerja pegawai ASN dan tindak lanjut hasil evaluasi kinerja pegawai ASN.

“Seiring dengan perencanaan strategis instansi pemerintah, organisasi dan tata kerja, uraian jabatan dan SKP atasan langsung, untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan nasional, maka tentunya diperlukan rencana pembangunan yang berkualitas melalui kebijakan yang mendukung pencapaian tersebut,” jelasnya dalam sambutan.

Baca juga: Gelar FGD, Ketua KPA Papua Tengah Sebut Penting Upaya Cegah HIV/AIDS Melalui Pengembangan Muatan Lokal

Oleh karena itu, Gubernur Meki meminta para pimpinan BKD di 8 kabupaten harus memanfaatkan apalikasi E-Kinerja untuk pengelolaan kinerja pegawai ASN, mulai dari penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) hingga penilaian SKP menjadi lebih mudah, efektif, efisien, dan akuntabel.

Foto bersama disela-sela pembukaan kegiatan FGD BKPSDM Papua Tengah, Selasa (26/8/2025). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah

“Kemudian percepatan layanan kepegawaian dalam siasn seperti layanan kenaikan pangkat dan layanan pemberhentian yang terintegrasi dengan Sitem Informasi ASN tanpa perlu mengunggah dokumen atau melakukan penyelarasan/sinkronisasi data penilaian kinerja. Juga dasar pembayaran tunjangan kinerja/tambahan penghasilan pegawai (TPP) dengan cepat dan mudah,” bebernya.

Menurut Gubernur Meki, forum ini sangat penting karena peserta mendapat penjelasan dari para narasumber yang berkompeten dan berpengalaman, sehingga betul-betul akan berdampak positif terhadap pelaksanaan percepatan penerapan sistem manajemen kinerja di BKD Kabupaten dan masing-masing OPD Papua Tengah.

“Contohnya kita di Papua Tengah, dari 2000-an pegawai, baru tercatat ada sekitar 500-an yang baru peremajaan data. Ini harus menjadi perhatian semua pengelola pegawaian di seluruh OPD. Sementara untuk kabupaten, walaupun banyak kendala jaringan, mau tidak mau, suka tidak suka, harus menyesuailan pelayanan kepegawaian melalui sistem informasi berbasis teknologi,” katanya.

Baca juga: Tiba Di Nabire, Pemprov Papua Tengah Sambut Kepulangan 2 Putra Putri Paskibra Tingkat Nasional

Dia berharap, dengan kegiatan FGD ini, seluruh peserta akan memiliki persepsi, pengetahuan dan pemahama

n yang sama dalam memahami bagaimana proses penyusunan E-Kinerja dengan penilaian SKP dan tindak lanjut menjadi lebih mudah, efektif, efisien, dan akuntabel. “Atas nama pribadi saya sampaikan kepada Narasumber dari BKN Jayapura materi dan pendampingan. Kehadiran bapak ibu sangat penting bagi peningkatan layanan kinerja melalui aplikasi E-Kinerja. Semoga kegiatan ini bagi peningkatan kualitas ASN dan bawa Papua Tengah makin maju dan sejahtera,” ucapnya.

Harus Obyektif Isi SKP

Kepala Kantor Regional (Kakanreg) IX Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jayapura, Hardianawati, dalam arahannya meminta agar seluruh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di Papua Tengah bisa mengarahkan kepada semua pejabat untuk menilai secara obyektif Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) kepada bawahan atau stafnya.

Para peserta dan OPD terkait, saat mengikuti FGD BKPSDM Provinsi Papua Tengah di Mimika, Selasa (26/8/2025). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah

“Saya melihat, penilaian SKP ini dilakukan pejabat masih belum obyektif dan hanya formalitas, apalagi ini terkait kenaikan pangkat. Masih pakai perasaan, tidak tegaan,” ungkapnya.

Baca juga: Gelar Musdalub Cabor PASI, Albertus Adii Terpilih Ketum Cabor PASI Papua Tengah Secara Aklamasi

Menurut Hardianawati, jika budaya ini terus dipertahankan, maka tidak akan maju, bahkan tidak perlu lagi ada manajemen kinerja. Sebab atasan harusnya sungguh-sungguh melihat kinerja stafnya. Apa stafnya butuh peningkatan kompetensi di bidang tertentu atau kualifikasi dan kompetensi yang dia miliki tidak sesuai sehingga bisa lakukan mutasi atau rotasi.

Menurut Hardianawati, persoalan lain yang dihadapi dalam penerapan layanan E-Kinerja ialah masalah sarana teknologi informasi pendukung, terutama di sejumlah kabupaten pelosok. Oleh karena itu, ia meminta komitmen kepala daerah untuk menyediakan layanan internet dan peningkatan kompetensi pengelola kepegawaian guna mendukung layanan kepegawaian.

“Saya ingin agar melalui FGD ini, semua hal terkait manajemen kinerja bisa dibicarakan kendala-kendala yang dihadapi. Tetapi sekali lagi saya minta lagi komitmen dari pimpinan di Provinsi Papua Tengah maupun kabupaten mulai dari Sekda dan JPT Pratama untuk isi SKP secara obyektif, baik hasil kerja maupun perilaku kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Provinsi Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, meminta seluruh peserta FGD fokus dan serius mengikuti kegiatan ini guna menjawab permasalahan manajemen kinerja kepegawaian yang dihadapi di masing-masing unit kerja.

Baca juga: Gubernur Meki Nawipa Dukung Penuh KPA Papua Tengah Tekan Penyakit Menular HIV/AIDS

“Kami minta peserta aktif bertanya, apalagi kita tahu BKD di kabupaten itu Type B jadi tidak ada bidang E-KIN, Bidang E-KIN hanya ada di Provinsi. Jadi kami minta jangan malu bertanya jika belum memahami agar saat kembali bisa mengelola informasi tentang sistem pengelolaan kinerja,” kata Denci. (Lisa/Fredik)

Tags: Aplikasi E-kerjaBKPSDMFGD BKBSDMGubernur Papua TengahMeki NawipaProvinsi Papua Tengah
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

BTM-CK Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Program Kerja Presiden Prabowo–Gibran

Berita Selanjutnya

Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa, BEM Hukum Uncen Gelar LDKM

Berita Terkait

Gubernur MEPA: Papua Tengah Masih Hadapi Tantangan Infrastruktur hingga Pelayanan Dasar
Papua Tengah

Gubernur MEPA: Papua Tengah Masih Hadapi Tantangan Infrastruktur hingga Pelayanan Dasar

Gubernur MEPA Dorong Perbaikan Tata Kelola Keuangan untuk Tingkatkan Kualitas APBD Papua Tengah
Papua Tengah

Gubernur MEPA Dorong Perbaikan Tata Kelola Keuangan untuk Tingkatkan Kualitas APBD Papua Tengah

Gubernur MEPA: Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak pada Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan OAP
Papua Tengah

Gubernur MEPA: Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak pada Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan OAP

APBD Papua Tengah 2025 Berakhir Surplus Rp345,19 Miliar Meski Awalnya Diproyeksikan Defisit
Papua Tengah

APBD Papua Tengah 2025 Berakhir Surplus Rp345,19 Miliar Meski Awalnya Diproyeksikan Defisit

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua