Yahukimo, Nokenlive.com – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menegaskan pentingnya persatuan dan percepatan pembangunan bagi masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan usai berdialog langsung dengan masyarakat di kediamannya di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Jumat (13/6/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Wagub OP selain menerima aspirasi masyarakat ia juga menyoroti tiga agenda fundamental yang menjadi perhatian utama pemerintah provinsi.
Pertama, Wagub Pahabol menekankan bahwa dinamika politik pasca Pilkada tidak boleh menjadi penghambat kehidupan sosial masyarakat maupun pembangunan daerah. Ia menyerukan kepada seluruh tokoh adat dan masyarakat agar menjadi penyejuk dan perekat persatuan, bukan malah memperuncing perbedaan.

Kami tidak boleh menjadi sekat-sekat dalam kehidupan masyarakat hanya karena perbedaan pilihan politik. Pilkada sudah selesai, Perbedaan Pilihan Politik itu biasa tapi setelah itu harus kembali bersatu, bergandengan tangan untuk bangun dan memajukan Papua Pegunungan yang kita cintai bersama. Yang jadi Bupati, Gubernur kita semua harus bangun sama-sama. Semua tokoh harus hadir sebagai penyejuk, bukan pencipta perbedaan,” tegas Ones Pahabol.
Kedua, Pahabol menjelaskan rencana besar pemerintah menghadirkan sejumlah kementerian ke Yahukimo, termasuk pencanangan program 10 ribu rumah dan 4 ribu hektar sawah, serta inisiatif Transmigrasi Lokal (Translok) yang ditujukan khusus bagi Orang Asli Papua (OAP).
Wagub menepis isu miring soal program transmigrasi, yang sempat menuai kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menegaskan, yang dimaksud Translok adalah pembangunan rumah dan lahan pertanian yang memang di peruntukan khusus bagi masyarakat lokal Papua yang belum memiliki rumah layak huni.

“Translok ini untuk OAP yang tinggal di kota tapi tidak punya rumah, mereka yang datang dari kampung kampung terjauh menetap di kota dan tidak punya tempat tinggal jadi Ini bukan transmigrasi dari luar Papua. Rumah adalah nama, harga diri, dan kredibilitas masyarakat kita, anak muda juga meskipun belum punya pendapatan tetap tapi paling penting adalah dia ada rumah untuk bisa meletakan kepalanya” katanya Wagub Ones Pahabol
Program 10 ribu rumah ini akan dibangun secara bertahap untuk 8 kabupaten di wilayah Papua Pegunungan, dengan dua tipe rumah: tipe 54 untuk masyarakat umum dan tipe 75 untuk para tokoh adat atau kepala suku, tokoh gereja dan tokoh tokoh berpengaruh lainnya.
Untuk Provinsi Papua Pegunungan mendapat jatah 11 ribu rumah bagi masyarakat yang mana 10 ribu rumah adalah bantuan dari kementrian Perumahan dan Pemukiman dan 1.000 Rumah bantuan dari KementrianTransmigrasi.
” kita bersyukur karena akhirnya kita di kasih untuk dua tipe 54 dan tipe 75. Kenapa tipe ini karena kita orang Papua nih, dalam satu rumah bisa hidup dua keluarga bahkan lebih keluarga dalam satu rumah sehingga yang tipe seperti 36 dan lain lain itu tidak cukup untuk bisa menampung keluarga yang banyak jadi harus yang agak besar dan akan di bangun dengan skema pembangunan berkelanjutan setiap tahun hingga semua akan terbangun sesusai jumlah yang di kasih.

Ketiga, Wagub Pahabol juga menyoroti ancaman krisis pangan di Yahukimo. Ia mengungkapkan bahwa harga beras di pasar setempat mengalami lonjakan tajam, memicu keprihatinan dan mendorong langkah cepat melalui pencetakan sawah.
Syukur kita bawa langsung pihak Kementerian Pertanian ke Yahukimo. Sekarang Kita lihat di pasar, harga beras naik. Ini tanda krisis pangan. Maka tanah di sini akan diarahkan jadi lumbung pangan,” jelasnya.
Menurut Pahabol, wilayah Yahukimo, bersama dengan Nduga, Yalimo, dan Jayawijaya, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi pertanian, khususnya beras. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya mengembalikan pola konsumsi masyarakat Papua kepada makanan lokal seperti singkong, keladi, dan umbi-umbian.
“Nasi hanya makanan tambahan. Yang utama tetap makanan lokal kita. Tapi anak-anak sekarang sudah terbiasa makan nasi, itu tantangan kita,” ujarnya.
Dengan tiga agenda tersebut, Ones Pahabol berharap ke depan tidak hanya terjadi pemulihan sosial pasca Pilkada, tapi juga percepatan pembangunan dan kemandirian pangan berbasis kearifan lokal di tanah Papua Pegunungan. ( Redaksi NL )





Apa komentar anda ?