
Sarmi, Nokenlive
Ada hal menarik saat Calon Bupati Sarmi dan timnya melewati perjalanan pulang ke Jayapura melalui jalur darat. Saat rombongan beristirahat di salah satu warung makan Sebelum mencapai Kampung Tamarsari, Bonggo Timur. Ada utusan masyarakat yang kemudian datang dan meminta agar politisi Gerindra ini berkenan mampir karena sejumlah warga telah berkumpul menunggunya.
Yanni lalu menyanggupi untuk mampir. “Nanti kita berhenti di SP 5 karena ada masyarakat tunggu”, ujarnya kepada awak media yang menyertai dibelakang mobilnya.
Tidak lama setelah itu saat berada dalam perjalanan sejauh 5 km, terlihat sejumlah warga yang berdiri melambaikan tangan. Yanni pun lalu meminta supirnya untuk berhenti dan turun, seketika tangannya digandeng oleh beberapa ibu-ibu yang langsung menggiringnya menuju rumah salah satu warga tepat di pinggir jalan utama.
Ada sekitar 50 an orang yang sudah menantinya, wajah mereka terlihat cerah saat Yanni bersedia untuk mampir. “Selamat malam ibu-ibu dan bapak-bapak,” sapanya setelah duduk bersama.

Obrolan dimulai dengan santai, beberapa dari mereka menanyakan nomor urut yang diperolehnya bersama Calon Wakil Bupati Jemmi Maban. “Saya dapat nomor urut 2, seperti waktu Pak Prabowo di Pilpres,” ucapan singkat yang disambung teriakan spontan oke gas.
Selain bercakap-cakap santai, beberapa warga kemudian menyampaikan aspirasinya, seperti Mama Agustina Giyai yang sehari-hari bekerja sebagai petani, dirinya berujar soal susahnya memperoleh bibit juga modal usaha. Yanni menyimak dengan serius satu persatu keluhan yang diajukan.
“Mama ingin beli mesin parut jahe,” ucapnya dibelakang saat ditanya awak media terkait keluhannya soal modal usaha.
Saat ingin pamit, salah satu warga mengacungkan tangan mohon ijin untuk bicara, Yanni lalu mengurungkan niatnya untuk pergi dan menyimak keluhannya, “Nama saya Dominggus Yansip, ijin lapor kalau sejumlah guru di SMA Negeri 2 masih tinggal menumpang di rumah warga”, ucapnya. Dirinya memohon kepada calon Bupati perempuan ini untuk memperhatikan nasib mereka saat terpilih nanti. Yanni lalu memberikan nomor kontak selulernya kepada warga. “Bapak dan Ibu nomor saya disimpan ya, silahkan di hubungi kapan saja, boleh di wa supaya kalau ingin melaporkan sesuatu atau mengusulkan apa, boleh menghubungi saya”, ucapnya sambil menyebutkan angka nomor hp.
Setelah menuntaskan obrolan serta membagikan baju yang diminta warga sekitar, Yanni lalu berfoto bersama dan langsung pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Jayapura. “Saya cuma 2 hari, karena mau pamit ke DPRP dulu, setelahnya saya balik dan jadi milik Sarmi utuh,” terangnya kepada warga saat mengantarnya ke mobil.
Lambaian tangan mengiringi mobil yang kami tumpangi saat bergerak pelan menjauhi area SP 5. Semuanya tersenyum puas karena telah menemui sosok yang diharapkan bakal memimpin Sarmi menuju masa depan yang lebih baik. (Fibra)




Apa komentar anda ?