Jayawijaya, Nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan minta seluruh kepala puskesmas (Kapus) mengawal dana stunting delapan persen yang bersumbe dari dana desa tiap kampung atau desa.
Asisten I Sekda Jayawijaya Tinggal Wusono mengaku telah melakukan pertemuan dengan kapus dan pejabat dinas pemberdayaan masyarakat kampung (DPMK) untuk menegaskan dana desa delapan persen.
“Hari ini kami dari pemerintah daerah melalui dinas pemberdayaan masyarakat kampung memang memanggil kepala-kepala puskesmas di Jayawijaya, kita berikan penjelasan terkait dengan rencana penanganan stunting yang mendapatkan dukungan dari dana kampung,” katanya.
Ia mengharapkan dengan pertemuan itu pihak puskesmas lebih mempersiapkan diri lebih awal sebelum dana desa dicairkan, terutama delapan persen yang nantinya digunakan untuk penanangan stunting tiap kampung.
“Kita akan serahkan dana itu di distrik, yang nanti akan disaksikan kepala distrik, kepala kampung, kader pembangunan masyarakat dan kepala puskesmas untuk dilakukan pengelolaan,” katanya.
Tinggal memastikan pada pengelolaan dana desa untuk stunting tahun lalu, belum semua kampung melaksanakan sehingga diharapkan pada tahun ini semua kampung lebih aktif menekan jumlah kasus stunting.
“Tadi kami minta kepada masing-masing kepala puskesmas untuk bisa menanyakan kepada pemerintah kampung, kenapa tidak berkomitmen, sementara kampung yang lain sudah melakukan pengumpulan dana itu untuk dilakukan pengelolaan,” katanya.
Sebelum pencairan dana desa, pemerintah kabupaten akan melakukan pertemuan lagi dengan pemerintah kampung untuk memastikan mereka tidak lupa terhadap petunjuk teknis pengalokasian dana stunting.
“Sehingga harapan kami, sebelum proses penyerahan pada distrik-distrik untuk pengelolaan lebih lanjut, harapannya yang belum itu sudah ada kesepakatan,” katanya.
REDAKSI





Apa komentar anda ?