
Jayapura, Nokenlive
Ditengah kesibukannya sebagai Ketua Fraksi Gerindra Provinsi Papua, Politisi kawakan kelahiran Oktober ini masih menyempatkan diri menyelesaikan studi Pasca Sarjana di Universitas Cenderawasih dengan predikat cum laude. Disertasinya berisikan implementasi kebijakan keterwakilan 30 persen perempuan pada pemilu legislatif merujuk pada Pileg 2019. Saat ditemui wartawan disela-sela Wisudanya beberapa waktu lalu, Yanni mengaku bahwa keinginannya adalah melihat banyak perempuan khususnya Perempuan Papua untuk terjun ke Politik. “Perempuan memiliki kemampuan multitasking, kita lihat di Papua perekonomian keluarga juga banyak bersandar kepada perempuan, apabila diberikan ruang saya yakin kita mampu untuk mengaktualisasikan pemikiran termasuk menjadi bagian dari lembaga legislatif”, terangnya.

Menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra di DPR Papua, Yanni bukanlah wajah baru dalam kancah perpolitikan di bumi cenderawasih. Sosoknya sederhana namun cemerlang dalam memainkan peranan sebagai seorang Politisi dalam mengawal perjalanan 19 tahun Partai Gerindra di Papua. Tentunya bukan hal yang mudah, terlebih saat langkah Ketua Umum Prabowo Subianto sempat gagal pada Pilpres 2019, Yanni menjadi salah satu sosok yang tak pernah berpaling untuk menegakkan marwah partai di daerah.

Kiprahnya dalam memajukan olahraga berangkat saat membawahi organisasi para pendekar Pencak Silat di Papua, dan dipercayakan menjadi pengurus KONI Pusat periode 2015-2020. Tak tanggung-tanggung, Yanni juga didaulat menjadi salah satu Pimpinan Sidang pada Musornas KONI (2015) serta ditugaskan untuk menjabat Wakil Ketua Satgas PON XX tahun 2020.

Saat Indonesia dilanda Pandemi Covid Yanni pun tak tinggal diam, Dia menyadari bahwa kehadiran pemerintah di wilayah perkotaan mampu mengendalikan dampak pandemi terhadap perekonomian, namun masyarakat di kampung-kampung rentan untuk terabaikan, maka dengan menempuh perjalanan darat, Ibu dari tiga orang anak ini terjun langsung membagikan bantuan paket sembako dan masker sekaligus mengedukasi pencegahan virus covid kepada warga Kampung Bonggo, Kabupaten Sarmi.

Meskipun langkahnya pernah kandas pada Pilkada tahun 2017 di Kabupaten Jayapura, Yanni tak pernah menyerah, baginya jatuh bangun dalam perjuangan untuk sebuah panggilan pengabdian adalah hal biasa. “Yang utama bukan kalah atau menang, karena politik hanyalah alat untuk bisa mengabdi kepada masyarakat, seluruh Indonesia menyaksikan bagaimana Pak Prabowo berjuang untuk bisa mengabdi kepada rakyat dengan menjadi pemimpin. Untuk pengabdian tidak boleh ada kata menyerah itu yang kami pelajari dari sosok beliau”, pungkasnya.
Pada Pilkada November mendatang, Yanni memantapkan langkah untuk maju di Kabupaten Sarmi, dia berkeinginan mewujudkan kesejahteraan untuk masyarakat setempat. “Pengabdian itu bisa dimana saja, namun hati saya terpanggil untuk berjuang bersama masyarakat di Sarmi, Saya siap mengabdi dan saya yakin rakyat itu cerdas untuk bisa melihat siapa pemimpin yang bisa dipercaya dan mampu mewujudkan kesejahteraan”, paparnya. (Fibra)




Apa komentar anda ?