NABIRE, Nokenlive.Com – Warga masyarakat Nabire keluhkan kondisi traffic light atau lampu merah di perempatan kota, dan di pertigaan kota nabire yang tidak berfungsi atau mati total. Hingga saat ini, belum ada perhatian dan upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah setempat, Sabtu (16/03/2024).
Lampu merah yang tidak berfungsi atau mati total itu tepatnya berada di antara Jln. Merdeka, Jln. Pemuda, Jln Kusuma Bangsa dan Jln. Ahmad Yani.
Ironisnya, hampir 4 bulan lebih, ada 2 traffic light dalam kondisi tidak berfungsi atau mati total itu berada di tengah kota Nabire yang merupakan wajah Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.
Pantauan media ini, sejak traffic light tak berfungsi alias mati, sekedar jadi pajangan di tengah kota. Terlihat juga kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di perempatan terlihat semrawut. Para pengendara nampak berhati-hati karena tidak ada pengatur lalu lintas. Apalagi pada saat jam sibuk di pagi dan sore hari di pertigaan tugu cendrawasih. Terlebih saat ini, di bulan puasa, semua aktivitas di lakukan sore hari menjelang buka puasa.

Sementara itu, sejak traffic light tersebut mati, tidak ada inisiatif dari Dinas terkait, untuk di tugaskan beberapa petugas agar antisipasi, berjaga, atau mengatur arus lalulintas di perempatan jalan tersebut.
Keselamatan masyarakat pengguna jalan terabaikan dengan tidak segera di perbaiki nya traffic light atau lampu merah rambu-rambu lalu lintas. Tidak hanya itu wajah Ibu Kota pun terlihat semrawut
Untuk diketahui bersama Traffic light atau lampu merah sebagai rambu lalulintas sangat penting untuk kelancaran berkendara di jalan raya dan juga menjaga keselamatan pengendara sebagai pengguna jalan raya. Sehingga diharapkan jadi perhatian serius bagi pemerintah setempat, Dinas terkait lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, wartawan media Nokenlive sudah melakukan upaya untuk mewawancarai kepala Dishub Provinsi Papua Tengah maupun Bupati Nabire, Mesakh Magai. Namun belum ada respon.
Penulis: Lisa
Editor: Linda





Apa komentar anda ?