Jayapura – Nokenlive.com
Menanggapi pemberitaan di salah satu media online terkait kekurangan tenaga guru di SD Negeri Padwasub selama 5 tahun, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, termasuk media yang melaporkan fakta kondisi pendidikan di kabupaten Biak Numfor.
Dengan pemberitaan dan masukan dari masyarakat sehingga dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas P dan K untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan demi kemajuan pendidikan di kabupaten Biak Numfor.
Kata Kadis P dan K Biak Numfor, Kamaruddin, masalah kekurangan tenaga guru bukan hanya terjadi di kabupaten Biak Numfor saja.
Hal tersebut merupakan masalah yang terjadi di seluruh kabupaten di tanah Papua. Namun bukan berarti pemerintah terus membiarkan masalah kekurangan guru ini terus terjadi.
“Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjawab kekurangan tenaga guru, misalnya, mengalokasikan penerimaan tenaga guru melalui formasi P3K,” ungkap kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin kepada nokenlive.com melalui telepon selulernya, Senin, (13/02/23).
Kamaruddin mengakui bahwa betul sejak tahun 2019 guru-guru yang mengajar di SD Negeri Padwasub sudah ada yang purnah tugas (pensiun), sehingga di sekolah tersebut hanya memiliki 1 guru PNS yaitu kepala sekolah, ibu Lamberta Swabra yang kalau tidak salah 1 atau 2 tahun kedepan juga akan pensiun.
Namun, tegasnya di SDN Padwasub tidak benar yang diberitakan hanya 1 orang tenaga guru yang mengajar di sekolah tersebut.
“Menurut laporan yang saya terima ada 2 orang tenaga guru honorer yang mengajar di sekolah tersebut,” jelas Kamaruddin menanggapi pemberitaan salah satu media online.
Untuk memastikan apakah benar disekoleh tersebut kekurangan tenaga guru, ia akan turun langsung dilapangan untuk kroscek lagi.
“Karena dari laporan yang saya terima kepala sekolah ibu Lamberta Swabra, dia (ibu Lamberta Swabra) dibantu 2 atau 3 guru honorer,” ucapnya.
Untuk menjawab kekurangan tenaga guru PNS di sekolah sekolah di Biak Numfot, Kamaruddin imbau agar setiap kepala sekolah diharapkan bisa merekrut guru honorer.
“Untuk biayanyakan bisa diakomodir dana bantuan operasional sekolah (BOS),” singkatnya.
Sementara untuk kekurangan tenaga guru di SDN Padwasub, tahun anggaran 2023 akan ada guru P3K sebanyak 3 orang.
Proses perekrutan guru P3K untuk formasi tahun 2023 ini sudah siap diproses oleh BKPSDM, sehingga diharapkan sebelum tahun ajaran baru, SDN Padwasub sudah bisa memiliki 1 guru PNS, dan 3 guru honorer.
“Kami juga akan melihat untuk kemungkinan akan menggeser guru yang bisa di sekolah lain untuk back-up SD tersebut,” tutupya. (LISA R.)





Apa komentar anda ?