Jayapura,Nokenlive.Com
Perhelatan PON yang digelar tahun 2021 kemarin telah mengukir sejarah bagi Papua bukan saja sebagai penyelenggara tetapi dalam torehan prestasi luar biasa karena berhasil menduduki peringkat empat dalam perolehan medali. Sejarah tersebut tidak bisa dipisahkan dari sosok Adolina Rirey, mantan atlit lempar lembing yang adalah perempuan Papua pertama di PON tahun 1969 memperoleh medali emas dari cabor Atletik nomor lempar lembing.
Saat diundang oleh redaksi Nokenlive dalam program Pace Noken, Perempuan kelahiran Kembang Serui Kepulauan Yapen, ini mengisahkan sejarah yang hampir terlupakan di era Milenial saat ini ditengah gegap gempita PON XX yang baru saja selesai.
“Saat itu saya keluar sebagai juara pertama dari Cabang Olahraga Lempar Lembing pada Ajang Pekan Olahraga Nasional Yang Ke-7 Pada Tahun 1969 yang di Selenggarakan di Kota Pahlawan Surabaya, ” Tuturnya kepada Nokenlive
Mama Adolina, mengatakan saat mengikuti PON di Surabaya, dirinya baru berumur 16 tahun “Saat itu nama masih Irian Barat, kami ada sebanyak empat ratus orang, kami semua naik kapal laut dan setibanya di Surabaya menginap di fasilitas milik TNI Angkatan Laut”, kenangnya.
Di tambahkannya saat di umumkan sebagai pemenang dan keluar sebagai juara pertama membawa Irian Barat, hatinya pun senang dan di berikan bonus uang sebesar dua puluh ribu rupiah(20 ribu rupiah)
Yang unik adalah, dirinya semula ditugaskan membela tim basket dan tim voli mewakili Irian Barat, tetapi keisengan beliau mampir menonton pertandingan Cabor Atletik, memacunya untuk masuk mewakili Irian Barat sebagai Atlit Lempar Lembing. “Saya ajak teman nonton pertandingan lempar lembing, mereka panggil nama Irian Barat tapi tidak ada perwakilan, teman lalu jawab ada, dan saya juga berpikir maju saja karena saya lihat ini tidak terlalu sulit, saya masih ingat lemparan pertama 4,9 meter, dilemparan itu saya sudah unggul dari Atlit lainnya, teman diatas sudah kasih kode kalau saya menang”, ungkapnya.
Di singgung tentang PON di masa sekarang, Perempuan yang kesehariannya masih aktif sebagai gurur Olahraga SMP Yapis ini menyampaikan bahwa saat ini fasilitas sudah lengkap bahkan bonus pun besar bagi mereka yang meraih prestasi bagi Papua, untuk itu para atlit yang adalah Generasi Muda Papua, terus berlatih lebih keras dan harus disiplin yang akan menjadi kunci sukses meraih prestasi.
Khususnya bagi pengurus PASI atau Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Provinsi Papua dirinya menitipkan pesan agar dalam pembinaan dan penjaringan atlit perlu melibatkan mantan atlit yang pernah mengharumkan Nama Papua di Bidang Atletik yaitu Lari,Lempar, dan Lompat. “Karena Papua punya potensi dan cabang olahraga ini pernah mengharumkan nama papua, baik Di Tingkat Nasional bahkan ke Tingkat Internasional, “Terang Mama Adolina mengakhiri wawancara bersama wartawan nokenlive. (Andika Paman)





Apa komentar anda ?