Jayapura, Nokenlive.com – Hasil test CPNS Kabupaten Paniai yang mana 100% adalah Orang Asli Papua itu sebuah komitmen dari seorang pemimpin kepada rakyat atas apa yang telah diucapakan.
Tanggal 15 Maret 2019, selaku Bupati Paniai sudah menegaskan bahwa hasil test CPNS 100% Kabupatne Paniai harus OAP, dan apa yang diucapkan harus kita tepati, demikian kata Bupati Meki Nawipa kepada redaksi Nonelive.com di Sentani Kabupaten Jayapura, Minggu (02/08).
Menurut Meki Nawipa, setiap kata yang dikeluarkan oleh seorang pemimpin itu memiliki arti dan harus di pegang, jika kata yang kita ucapakan kita tidak tepati maka rakyat akan menilai kita negative.
Apa yang sudah saya ucapkan kata Meki Nawipa, itu kita kawal dari awal pendaftaran hingga pengumuman hasil, yang mana Kabupaten Paniai 100 OAP, kata Meki Nawipa.
Dikatakan Meki Nawipa dalam penerimaan CPNS di Kabupaten Paniai, ia langsung melakukan pengawasan dan Kontrol untuk memastikan 100 OAP lolos dalam CPNS 2018.
Meki Nawipa, memastikan mengoreksi setiap nama yang ada dalam data base penerimaan, jika ada data non papua langsung dicoret, saat tes juga demikian ada non papua langsung diminta keluarkan dari ruang tes.
Hal ini kata Meki Nawipa, agar janji kita seorang pemimpin untuk 100% orang asli papua terwujud, jika tidak begitu nanti akan susah.
Meki Nawipa mencontohkan, khusus untuk tenaga Dokter sesuai kebutuhan 10 orang, dalam seleksi 4 orang OAP dan 6 orang bukan OAP, maka yang dinyatakan lulus 4 OAP ini saja.
Meki Nawipa menegaskan tindak yang dilakukan ini sesuai kesepatakan para Bupati dan gubernur Papua, juga permintaan kepada Presiden agar Offline guna mengakomodir OAP.
Jadi kalau hari ini ada daerah lain 100% bukan OAP itu tandanya Kepala Daerah itu dia lupa dengan komitmen kita, karena kita sampai di Istana Negara meminta itu, tegas Meki Nawipa.
Meki Nawipa berkata sudah waktunya OAP menjadi tuan di negerinya sendiri sesuai amanat Otsus, OAP sudah sangat tertinggal dan ini waktunya OAP bangkit.
Kita lihat saja fakta, Pedangan non Papua, hampir semua jabatan non Papua, anggota Dewan juga kebanyakan non Papua, jadi biarkan kita akomodir OAP di CPNS ini, agar mereka jadi tuan di tanahnya sendiri, ini bukan diskriminasi.
(Redaksi)





Apa komentar anda ?