ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Minggu, Juni 14, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Tak Lolos CPNS, Anak Mengadu ke Bapak

Tak Lolos CPNS, Anak Mengadu ke Bapak

Oleh : Nokenlive
3 Agustus 2020
Di Kabar Port Numbay
0
Tak Lolos CPNS, Anak Mengadu ke Bapak

Puluhan Anak Asli Port Numbay saat di Aula Siansoor, Kantor Wali Kota Jayapura.

Jayapura, Nokenlive.com – Puluhan warga asli Port Numbay (Kota Jayapura) mendatangi Kantor Wali Kota Jayapura untuk mempertanyakan nasib mereka, tekait penerimaan Calon Pegawai Negeri SIpil (CPNS) tahun 2018 yang di umumkan tahun 2020 ini.

Ketua Port Numbay Crisis Center (PACE), Yacobus Edward Hababuk disela-sela aksi damai sebelum digelarnya diskusi bersama Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengaku terbeban akan nasib anak-anak Port Numbay. Ia mengaku agar ada titik terang permasalahan ini, maka ‘Naduk’ (bahasa Port Numbay: Anak) bertanya ke ‘Ai’ (bahasa Port Numbay: Bapak) kenapa hampir 300-an anak asli Port Numbay, hanya 20-an yang diterima, sedangkan hampir 200-an lainnya tak lolos CPNS.

“Jadi mereka ini saya lihat memenuhi kriteria dengan ijasah sebagian besar juga sarjana. Kami mau pertanyakan, kira-kira ada penilaian-penilaian khusus ka, atau hal-hal apa yang kurang dan menyebabkan tidak lolos,” kata Edward, Senin (03/08/20).

Ketua Port Numbay Crisis Center (PACE), Yacobus Edward Hababuk (kiri). Foto: Indrayadi TH

Menurutnya, ada ketidakpuasan tersendiri dari anak-anak Port Numbay. Pihaknya menilai Sumber Daya Manusia (SDM) yang diterima tak jauh berbeda dengan anak-anak Port Numbay yang tak lolos, bahkan menurutnya rata-rata kualifikasinya sama.

“Yang lolos tak jauh berbeda, mulai dari kemampuan secara disiplin ilmu. Hampir semua ini lulusan dari Salatiga ya. Yang beliau (BTM) sendiri kirim mereka sekolah disana. Jadi mereka mempertanyakan, kira-kira kekurangan mereka dimana?” ujarnya.

Hal ini menyangkut dengan krisis antara masyarakat kepada pimpinannya di daerah, dikatakan Edward, pihaknya berharap ada formasi khusus dan menerima mereka menjadi pegawai. Dimana, hal yang hamper sama seperti ini pernah dilakukan mantan Walikota Jayapura M.R. Kambu di era beliau.

“Hal yang sama pernah dilakukan Bapak M.R Kambu menerima sekitar 100 sampai 200 pegawai waktu kami demo saat itu. Karena hal hampir sama seperti ini, mungkin bisa terjadi lebih bagus lagi, apalagi beliau (BTM) anak asli disini (Port Numbay),” diharapkan Edward.

Salah satu anak asli Port Numbay, Fransina Fanesya Hanasbey yang tak lolos CPNS mengatakan pihaknya menuntut hak mereka ingin menjadi pelaku bukan penonton diatas tanah kelahiran mereka. Selain itu, pihaknya mencari figur terbaik yang mengedepankan anak-anak di Port Numbay.

“Kami seperti tak berguna di negeri kami sendiri, padahal kami sekolah Bapak Wali Kota berikan kami biaya sekolah. Kami datang ke tempat ini, menuntut hak kami sebagai anak asli Port Numbay. Kami mau jadi bagian dalam pembangunan, bukan menjadi penonton,” kata Fransina.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengaku agak kecewa dengan formasi yang ia sodorkan ke pusat, namun yang muncul berbeda. Ia mengaku akan menyurati pusat terkait hal ini., menurutnya penerimaan pegawai ini telah ada formasi, seperti akutansi, apoteker, farmasi, teknik sipil, matematika, fisika dan lainnya saat diterima akan ada pembagian-pembagian pada instansi yang membutuhkan.

“Untuk itu, nanti tak ketemua saya diruangan lagi. Nanti nama-nama dari Nafri, Enggros, Tobati, Kayu Pulo, Kayu Batu disampaikan kepada saya, lalu kami usulkan dengan alasan-alasan yang masuk akal, mereka anak asli punya tanah, punya air, punya hutan, diatasnya dibangun pembangunan itu,” kata BTM saat menerima keluhan anak-anak Port Numbay siang tadi di Aula Siansoor, Kantor Wali Kota Jayapura.

(Indrayadi TH)

 

Tags: Anak Port NumbayAsli Port NumbayBenhur Tomi ManoCPNS 2018Ketua Port Numbay Crisis Center (PACE)kota jayapuraWali Kota JayapuraYacobus Edward Hababuk
Bagikan2Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Uncen Kenalkan Program Studi HI Ke Siswa SMKS Paulus

Berita Selanjutnya

Meki Nawipa: 100% OAP Lulus CPNS Itu Soal Komitmen

Berita Terkait

Resmob Numbay Ciduk Pelaku Curanmor, 8 Motor Berhasil Disita
Hukum dan Kriminal

Resmob Numbay Ciduk Pelaku Curanmor, 8 Motor Berhasil Disita

Muskota IV, KADIN Papua Dorong Pengusaha Jayapura Bangkit dan Berinovasi
Kabar Port Numbay

Muskota IV, KADIN Papua Dorong Pengusaha Jayapura Bangkit dan Berinovasi

Penguatan SDM, Pemkot Jayapura Dorong Kampung Lebih Mandiri
Kabar Port Numbay

Penguatan SDM, Pemkot Jayapura Dorong Kampung Lebih Mandiri

Polresta Jayapura Kota Ajak Fans Piala Dunia Rayakan Euforia Secara Positif, Hindari Konvoi Jalanan
Kabar Port Numbay

Polresta Jayapura Kota Ajak Fans Piala Dunia Rayakan Euforia Secara Positif, Hindari Konvoi Jalanan

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua