Serui, Nokenlive.com – Letak geografis kampung Natabui distrik Yapen Barat yang berada di Lembah Kasumar terbentang diantara sungai Morai dan Karei tidak menyurutkan semangat Satuan Tugas TMMD ke-108 untuk dapat menyelesaikan pekerjaan 10 unit rumah warga sesuai target waktu yang telah ditentukan yakni 30 Juli 2020 mendatang.
Pembangunan 10 unit dari 13 unit rumah warga program TMMD ini tentunya tidak dapat diselesaikan tanpa bantuan masyarakat setempat.Belum tersedianya akses jalan yang bisa ditempuh oleh kendaraan menjadi salah satu kendala dari berbagai kendala yang ada .
Pendistribusian material bangunan seperti Batu, Pasir, Semen dan bahan lainnya harus dilakukan manual menggunakan tenaga manusia dan dilakukan bertahap.
Misalnya saja pendistribusian Batu Tela (Batu Bata) berdasarkan penelusuran awak media ini pendistribusiannya harus dilakukan estafet serta memakan waktu yang cukup lama .
Mengingat belum tersedianya akses jalan darat yang memadai menuju ibukota distrik Yapen Barat yakni kampung Ansus, Material ini harus diangkut menggunakan jalur laut untuk sampai di kampung Ansus, Proses pembongkaran dari pelabuhan tradisional harus diangkut secara manual kelokasi tersedianya akses jalan darat penghubung kampung Ansus ke Natabui yang berjarak sekitar 6 Km dan dilanjutkan pengangkutan sampai ke ujung jalan pintu masuk kampung Natabui sebagai lokasi penampungan sementara.
Dari lokasi penampungan sementara inilah satuan tugas TMMD bersama Masyarakat secara bahu membahu sejauh 200 meter mengangkut material kelokasi tempat pembangunan masing-masing rumah warga .
Melihat kondisi yang ada dan kerja keras satuan tugas TMMD ini membuat masyarakat seakan kepincut dengan kegigihan satgas dalam memberikan pembangunan dikampung itu.
Epianus Arampayai salah satu pemuda dikampung Natabui menuturkan sangat bangga terhadap kehadiran TNI pada Program TMMD ini, Melihat semangat kerja keras para anggota yang bekerja memotivasi masyarakat setempat untuk ikut lebih semangat membantu menyelesaikan pekerjaan rumah yang diprogramkan.
“Kami merasa bangga dan bersyukur Pemerintah dan TNI sudah membantu membangunkan rumah untuk kami,” ucap Egianus.
Egi mengaku penantian masyarakat terhadap Program TMMD ini sudah puluhan tahun lalu namun baru dapat tercapai pada tahun ini.
Ia berharap agar pemerintah daerah bersama TNI dapat membantu pembangunan rumah lagi kedepan sehingga masyarakat yang tinggal dirumah dari kayu seadanya selama ini dapat tinggal lebih layak lagi.
Menurutnya kampung yang ditinggali sekitar 309 kepala keluarga ini masih ada 50 KK yang belum memiliki rumah dan tinggal menumpang ditempat keluarganya masing-masing.
“Kami masih inginkan lagi pembagunan rumah oleh TMMD meski kami kerjakan secara manual tapi itu membuat kami lebih semangat,” ujar Egy kepada wartawan,Selasa (07/07/2020) di kampung Natabui.
Pada kesempatan itu Egianus meminta perhatian kepada pemerintah daerah agar dapat membangun akses jalan menuju kampungnya agar dapat dilalui menggunakan kendaraan bermotor.
Ditempat terpisah Senada disampaikan kepala kampung Toweta ,Abner Aronggear yang meminta kepada pemerintah daerah dan TNI untuk kedepan ada penambahan jumlah pembangunan rumah dikampungnya.
Meski hanya mendapatkan 3 unit rumah yang tengah dibangun saat ini Abner merasa bangga bisa mendapatkan program TMMD kali ini pasalnya ia mengaku kualitas yang dikerjakan oleh TMMD ini tidak diragukan lagi.
“Kami minta kalau bisa ada penambahan pembangunan rumah warga lagi dikampung kami ini yang dikerjakan melalui TMMD,” pungkas Abner.
(itink)





Apa komentar anda ?