Jayapura, nokenlive.com – Meski kerinduan akan persepakbolaan tanah air kembali bergulir, namun wabah Covid-19 yang belum berakhir membuat sejumlah kalangan menilai perhelatan Liga Sepak Bolah tanah air dimasa pandemi dinilai kurang tepat.
Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano menilai, memaksakan kompetisi di tengah bencana adalah tidak manusiawi, sekali lagi, bagi Persipura, jauh lebih penting Bangsa ini dipulihkan terlebih dahulu baru sepakbola kita bisa jalan dengan baik.
“Kita harus tunjukkan respek kita kepada Pemerintah dan Presiden yang sedang bekerja keras menanggulangi wabah corona ini, kita harus dampingi pemerintah, jangan egois dan mementingkan kepentingan kita saja, sangat tidak elok,” ujar BTM.
Menurut BTM, pihak managemen Persipura telah menerima undangan untuk pelaksanaan RUPS Luar Biasa Liga Indonesia Baru secara virtual atau video conference.
“Saya kaget juga, ternyata sangat cepat RUPS dan seperti dipaksakan, dalam kondisi seperti ini,” kata BTM.
Kata Walikota Jayapura ini, saya sudah ingatkan Direntur Utama Persipura, Herat Kalengkongan, untuk mempertanyakan beberapa hal yang kita anggap penting dalam RUPS nanti.
Kita dengar-dengar isu bahwa ada upaya untuk menggantikan beberapa komisaris dan pimpinan LIB, entah info itu benar atau tidak, kami belum tahu,kata BTM.
Kalau tidak benar ya kami bersyukur, karena menurut kami sejauh ini sudah berjalan baik. Tapi kalau info itu benar pasti akan sulit mencari orang – orang yang profesional dan kapabel untuk menjalankan roda kompetisi, apalagi menangani finansial LIB, perlu transparansi.
Kami sependapat dengan Presiden Madura United, Achsanul Qosasih, lebih baik jangan dari PSSI, dan juga yang terafiliasi dengan klub, agar terhindar dari interest, tidak rangkap jabatan, kecuali posisi komisaris, harus orang yang professional.
Kata BTM, kalau ditanya siapa yang pantas, menurut kami, ada nama, Maruarar Sirait, Tigor Shaloom Boboy, dan Tommy Weli, silahkan diuji orang-orang ini, karena menurut kami mereka adalah profesional, transparan, pernah bekerja pada skala nasional, dan punya integritas.
“Ini usulan kami,kami tidak tahu apakah ketiga orang ini bersedia atau tidak,tapi menurut kami, saat ini mereka yang paling layak mengurus kompetisi kitam,” kata BTM lagi.
BTM menuturkan, yang harus jadi perhatian adalah transparansi finansial, karena banyak juga informasi ketidakjelasan finansial, termasuk dana-dana dari sponsor yang kurang dari nilai kontrak, mudah-mudahan info itu tidak benar, tapi kalau benar ya keterlaluan sekali;.
“Misalnya sponsor bayar 5 ribu tapi yang sampai ke LIB hanya 2 ribu, itu kan tidak benar, yang 3 ribu kemana? Itu yang harus kita hindari. Jangan sampai ada pihak ketiga atau orang – orang yang bekerja sebagai penengah atau perusahaan tengah antara LIB dan sponsor, karena akan merugikan,” ungkap BTM.
(Andika)





Apa komentar anda ?