Serui, Nokenlive.com – Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Yapen mendapat informasi dari pihak Rumah Sakit bahwa ada salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona telah melarikan diri dan berkeliaran ditempat keramaian.
Mendapat informasi tersebut Kapolres pun segera menghubungi Kasat Samapta untuk meminta bantuan Team URC (Unit Reaksi Cepat )untuk segera mencari pasien tersebut, Dengan sigap serta menggunakan pakaian dan perlengkapan khusus dibawah Komando Komandan regu URC ,Team langsung bergerak melakukan pencaraian terhadap pasien dimaksud, Tidak menunggu waktu lama team URC berhasil menemukan keberadaan pasien tersebut.
Lantas Team URC mengamankan pasien tersebut dengan alat khusus yang sudah disiapkan dan sebelumnya memberikan penyampaian kepada korban “ Selamat siang , Kami dari Kepolisian atas nama Undang –undang bahwa saudara harus mengikuti aturan kami”, Tetapi pasien tersebut melakukan perlawanan sehingga team URC Samapta mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan korban dengan alat khusus (Tusula) pada bagian lutut kaki yang membuat korban roboh dan tidak berdaya, Namun setelah jatuh team melakukan penyemprotan cairan disenfektan dan memborgol pasien tersebut.
Tidak sampai disitu team URC segera melakukan pengawalan kepada masyarakat yang terinfeksi covid 19 ke mobil Ambulance untuk untuk dibawah ke Rumah sakit dan dikembalikan ketempat isolasi.
Demikian salah satu peragaan simulasi penanganan virus Corona Covid 19 yang dilakukan jajaran Polres Kepulauan Yapen dengan menggandeng Gugus tugas percepatan penanganan covid 19 , Selasa (24/03/2020) yang digelar di Mapolres Yapen.Setidaknya ada 4 peragaan simulasi penangan covid 19 yang ikut ditampilkan Satuan Polres Yapen bersama Satgas virus corona.
Turut hadir menyaksikan simulasi yang diinisiasi oleh Polres Yapen tersebut Bupati Kepulauan Yapen yang diwakili Sekda Ir Alexander Nussy,Kejari Serui, Marcelo Bellah, Dandim 1709 Letkol Leon Pangaribuan,, Ketua Pengadilan Negeri Serui, Yance Patiran, Asisten I setda ,Erny R Tania dan para Pimpinan OPD Yapen.
Sekda Yapen Ir Alexander Nussy MM dalam sambutannya mengatakan simulasi ini merupakan hal yang akan kita alami dan petunjuk dari pusat setiap pimpinan daerah dan jajarannya harus melakukan simulasi ini yaitu hal-hal menyangkut protap penanganan pencegahan penyebaran virus ini.
“Media sudah menyampaikan kepada kita betapa ganasnya virus ini dan ini merupakan masalah dunia , Kita di Indonesia sudah cukup banyak yang terjangkit virus ini dan kita di Yapen data sementara belum ada, Kita berd’oa supaya Tuhan melindungi kita dan jangan sampai ada yang masuk ke kabupaten ini” ucapnya.
Meski demikian kata Ketua Gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 kabupaten kepulauan yapen ini perlu adanya antisipasi yang dilakukan menyangkut pencegahan-pencegahan virus ini sesuai himbauan Presiden,Gubernur juga Bupati dan maklumat dari Kapolri.
“ Simulasi yang diperagakan tadi adalah menggambarkan bahwa kondisi-kondisi yang akan kita hadapi oleh karenanya mari kita semua bergandengan tangan satu dengan yang lain karena ini merupakan tanggugjawab kita semua bagaimana upaya kita untuk menyelamatkan sesame kita, Diri kita dan menyelamatkan kota kita ini “tandas Sekda Alexander Nussy.
Sementara itu Kapolres Kariawan Baruys ,S.Ik,MH kepada wartawan menyebutkan untuk wilayah kabupaten kepulauan yapen saat ini masih aman dan hasil pantauan juga belum ada orang dalam pengawasan (ODP) dan Pasien dalam pegawasan(PDP) virus covid 19 ini.
“Tapi kita harus siap dan kita tidak bisa katakana tidak harus terjadi namun kita tetap berpikir andaikan terjadi sehingga langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dan forkompimda ,kita sepakat menggelar simulasi dan tadi kita lakukan”ujarnya.
Hasil simulasi ini kata Kapolres Kariawan Barus akan dievaluasi sesuai fungsi dan peran masing-masing begitu pula dengan pemberlakuan posko tanggap darurat yang sudah akan berjalan mulai besok(25/03) diharapkan masyarakat dapat bekerjasama untuk memutus mata rantai perkembangan virus covid 19 ini.
“ Tidak ada yang bisa dilakukan aparat saja tanpa bantuan oleh masyarakat untuk turut serta atau peran serta dalam penaganan covid 19 ini, Apalagi masalah ini adalah masalah kita bersama dan ketergantungannya ada pada kita tentang bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan tidak menimbulkan masalah baru” imbuh Barus.
Kapolres berharap agar imbauan-imbauan yang telah dikeluarkan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus ini seperti tidak ada kerumunan massa atau kegiatan melibatkan orang banyak , Kegiatan belajar disekolah yang ditiadakan harus dapat pengawasan dari orang tua , Tidak berkeliaran diluar rumah jika memang tidak diperlukan dapat dipatuhi agar masalah ini dapat teratasi.
(tink)





Apa komentar anda ?