Waropen, Nokenlive.com – Kampung Koweda Distrik Masirei Kabupaten Waropen hingga saat ini belum pernah menerima dana desa hal itu karena Kampung yang sudah berusia 43 tahun ini belum memiliki nomor register.
Hal itu disebutkan Bupati Waropen Yermias Bisay SH kepada wartawan disela sela peresmian Gereja GKI Sion Wonti Koweda, Minggu (15/12).
“Suatu pukulan telak bagi saya Kampung Koweda yang merupakan kampung mula mula sejak tahun 1976 sampai hari ini belum ada nomor register nya menyebabkan kampung ini tidak dapat dana desa sedangkan kampung yang dimekarkan kampung koweda semua dapat,” Ucapnya.
Menurutnya, permasalahan register tersebut sudah dibahas dengan DPRD Waropen dan sudah di Perdakan, bahkan pembahasan terkait pengajuan nomor register Kampung Koweda telah sampaikan ke tingkat Kementrian Dalam Negeri namun sampai saat ini upaya pengajuan tersebut belum mendapatkan hasil.
“sampai hari ini belum turun masih baru mau turun tapi kapan! pada kesempatan ini saya bertanya dulu pada pemerintah atasan saya yang setiap hari yang dapat ribut dari masyarakat koweda dikira saya tidak melanjutkan aspirasi mereka padahal Bupati dan teman teman DPR sudah melaksanakan itu,” Ujar Bupati Yermias.
Pada kesempatan itu juga Bupati Yermias berharap agar pemerintah Provinsi maupun pusat sesegera mungkin menindak lanjuti masalah register tersebut karena masih terdapat beberapa kampung dan distrik di kabupaten Waropen yang sampai sekarang belum memiliki nomor register.
“Pada kesempatan ini kami himbau pada pemerintah atasan supaya tolong bantu kami ada beberapa kampung yang belum dapat nomor register bahkan ada distrik yang belum tolong supaya hal ini secepatnya di selesaikan sehingga jangan bupati lagi yang bulan bulanan,” ungkapnya.
Sementara itu Bupati Yermias juga menyampaikan beberapa program prioritas Pemda Waropen dalam kurun waktu masa pemerintahan periode 2016-2021, dimana hingga saat ini sudah tercapai beberapa program yang dilakukan bersma Wakil Bupati Hendrik Wonatorey.
“Ada beberapa program kami saya dan bapak Wakil Bupati itu ada program prioritas, kami lebih fokus kepada Penerangan, Telekomunikasi, jalan dan jembatan ada yang sudah tercapai ada yang belum namun kami ada waktu satu tahun lebih untuk terus bekerja,” Ucapnya
Begitu juga terkait program PLN yang saat ini didorong untuk teraliri sampai wilayah timur Waropen “Terkait jaringan Telekomunikasi dari wilayah Masirei bahkan di
Demba sebagian bisa kemudian PLN atau listriknya kami sudah buat MOU bersama PLN cabang Biak untuk Wapoga, Inggerus semua jaringan sudah dipasang dengan 1700 pelanggan. kami buat lagi komitmen di 5 Distrik wilayah timur Sombai, Risei Sayati, Wonti, Demba, Masirei berdasarkan perjanjian kami paling lambat bulan april itu semua sudah terpasang,” Pungkasnya.
Bupati Yermias ternyata terus memantau beberapa tudingan yang berkembang di media sosial, menanggapi itu Bupati mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran di bebrapa sektor terjadi karena adanya pemotongan dana Otsus untuk PON Papua sehingga beberapa sektor harus mengalami perubahan program dan keterlambatan Pembayaran.
Sementara itu, Anggota DPRP Papua Yohanis Nussy mengatakan, Pembiayaan PON oleh Pemda Provinsi dan Kabupaten Se Provinsi Papua merupakan suatu kesepakatan bersama, Ia berharap dengan proses tersebut tidak menjadi persoalan ditengah pemerintahan maupun masyarakat.
“Itu sudah menjadi kesepakatan terkait dengan dukungan daerah-daerah untuk pelaksanaan PON Papua terkait hal-hal dari dampak peristiwa ini kami berharap sistim keuangan yang dipakai bagaimana untuk tidak menjadi persoalan,” Kata Nussy.
Menurutnya pelaksanaan PON di Papua menjadi kebanggaan tersendiri mengingat untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga tingkat Nasional itu tidak terpastikan akan dapat beberapa puluh tahun kemudian.
“Kita tidak tau lagi berapa puluh tahun lagi biar kita menjadi tuan rumah PON sehingga diharapkan ada kebersamaan
Kalau kita komunikasi bersama sama sehingga cair komunikasi,” Tandasnya.
(rich/Itink)





Apa komentar anda ?