Burmeso, Nokenlive.com – Sebanyak 59 Kepala Kampung yang tersebar di Kabupaten Mambramo Raya menolak rasisme yang terjadi di Malang, Surabaya dan beberapa daerah di Indonesia, dan mendukung penuh keamanan dan kedamaian di tanah papua khususnya dinegri 1000 misteri sejuta harapan julukan Mambramo Raya.
Deklarasi penolakan rasisme dan cinta damai tersebut spontan dilakukan para kepala kampung dalam menyikapi insiden rasisme Malang, Surabaya yang berdampak pada aksi demo yang berujung kericuhan di beberapa daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Deklarasi ini dihadiri langsung oleh Kapolres Mambramo Raya AKBP.Aleksander Louw, SH dan mewakili Pemerintah Kepala BPMK Isak Suweny dan disaksikan oleh ratusan masyrakat yang hadir.
Kordinator Kepala Kampung aksi deklarasi penolakan Rasisme dan Cinta Damai Yance Sembai mengatakan sebanyak 58 kepala kampung di Mambramo Raya telah sepakat untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Mambramo Raya, agar masyrakat dari berbagai suku dan budaya dapat hidup dengan rukun, damai menolak rasisme.
,” kami dengan tegas menolak aksi rasisme yang terjadi di surabaya, malang dan beberapa daerah di Indonesia, kita di mambramo tetap komitmen hidup dama dan rukun antara sesama warga indonesia dari sabang sampai merauke,” jelas Yance Sembai
Sementara itu Kapolres Mambramo Raya AKBP.Aleksander Louw, SH mengakui pasca insiden yang terjadi di Malang, Surabaya dan beberapa daerah di Papua yang berujung kericuhan, tetapi di Mambramo Raya seluruh masyrakat telah berkomitmen untuk mempertahankan kedaiaman yang selama ini terjalin.
,” Dari Pemuda/i Mambramo sebelumnya telah mendeklrasikan diri menjaga kedamaian, dan hari ini 58 kepala kampung yang tersebar di Mambramo Raya pun telah sepakat menjaga kedamaian. Saya berharap kedamaian di daerah ini terus dijaga dan dipertahan, masyrakat jangan mudah diprovokasi untuk melakukaj hal hal yang nantinya dapat merugikan diri sendiri,” tandas Kapolres.
(Napy)





Apa komentar anda ?