JAYAPURA, nokenlive.com — Dalam rangka memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Kapolresta Jayapura menggelar kegiatan santai bertajuk “Bincang Sagu” dengan tema “Pemuda Makan Puji”. Kegiatan tersebut berlangsung di sekitar Lapangan Trisila Koarmada X, Distrik Jayapura Selatan, Rabu (28/10/2026) malam.
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, Dandim 1701/Jayapura, Ketua DPR Kota Jayapura, Dansatrol Koarmada X Jayapura, sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, serta tamu undangan lainnya.
Bincang Sagu menghadirkan sejumlah anak muda Papua yang memiliki talenta, karya, dan prestasi di berbagai bidang. Para narasumber berasal dari beragam latar belakang, antara lain komunitas Tuli atau penyandang disabilitas yang bekerja sebagai barista di kafe, seniman dan kreator, anggota Paskibra, Putri Pariwisata Port Numbay, serta pelaku bidang pertanian.

Kapolresta Jayapura, Kombes Pol. Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, selaku penyelenggara kegiatan, menjelaskan bahwa tema “Pemuda Makan Puji” mengandung pesan tentang pentingnya memperkenalkan karya dan prestasi generasi muda kepada masyarakat luas.
Menurutnya, setiap pemuda dan pemudi memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi karya dan prestasi yang luar biasa, sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
“Hal inilah yang kita lakukan dalam kegiatan hari ini dengan mengundang para narasumber yang merupakan pemuda dan pemudi dari latar belakang berbeda dengan karya juga prestasi mereka masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengapresiasi Kapolresta Jayapura beserta jajarannya yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, Bincang Sagu tidak hanya memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi mereka, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi anak-anak muda Papua, khususnya di Kota Jayapura.
“Setiap kita punya talenta atau kelebihan yang diberikan Sang Pencipta. Untuk itu, pakai secara baik agar bisa menjadi berkat bagi dirinya maupun bagi orang lain,” ungkapnya.

Abisai berharap generasi muda terus mengukir prestasi di berbagai bidang serta menghindari pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
“Harapannya pemuda terus berprestasi di berbagai bidang dan hindari juga pergaulan negatif yang dapat merusak masa depannya di hari esok,” tegasnya.
Terkait sagu sebagai pangan lokal, Abisai menegaskan bahwa sagu memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat Papua. Ia juga mengungkapkan bahwa sagu merupakan bagian dari kehidupan yang membesarkannya.
“Sagu adalah hidup kita dan sagu ini memberikan kehidupan kepada kita sekalian karena saya besar juga karena makan sagu tersebut,” ujarnya.
Senada dengan Wali Kota, Kapolresta Jayapura menekankan pentingnya menjaga dan merawat tanaman sagu sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Papua.

Ia menjelaskan bahwa upaya penanaman sagu masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan lahan. Karena itu, diperlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait untuk menjaga serta memelihara hutan sagu di Kota Jayapura demi keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Selain diskusi, kegiatan Bincang Sagu juga diramaikan dengan pameran foto di lokasi acara serta kegiatan makan sagu bakar yang diisi gula merah.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?