JAYAPURA, Nokenlive.com – Sebanyak 928 atlet dari delapan provinsi ambil bagian dalam Kejuaraan Taekwondo Nasional Papua Open 2026 yang memperebutkan Piala Rektor Universitas Yapis Papua (Uniyap). Kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus penjaringan atlet potensial untuk bersaing di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Kejuaraan yang diselenggarakan Universitas Yapis Papua bekerja sama dengan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Papua tersebut resmi dibuka oleh Rektor Uniyap, Didik Mabui, melalui penabuhan tifa di Gedung Olahraga Cenderawasih APO, Jayapura, Kamis (22/10/2026).
Didik Mabui mengaku bangga atas tingginya partisipasi atlet dalam kejuaraan tahun ini. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Papua, tetapi juga dari luar Papua, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sulawesi Tenggara.
“Ini merupakan kejuaraan yang luar biasa karena pesertanya sangat banyak dan bukan hanya dari daerah Papua, namun ada yang dari luar Papua seperti Yogyakarta dan Sulawesi Tenggara,” ujar Didik.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme terhadap perkembangan olahraga taekwondo sekaligus membuka peluang bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan melalui kompetisi yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Papua, dr. George Yanes Rumborias, menyampaikan apresiasi kepada Rektor Uniyap beserta jajaran atas dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Ia berharap Papua Open Taekwondo 2026 dapat menjadi wadah untuk menemukan atlet-atlet berbakat yang berpotensi memperkuat Papua maupun daerah lainnya dalam berbagai kompetisi.
“Dengan jumlah peserta yang terlibat hampir 928 atlet, ini sangat luar biasa sekali. Dan akan jadi ajang seleksi juga bagi lahirnya atlet potensial yang akan jadi andalan Provinsi Papua maupun daerah lainnya ke ajang bergengsi baik secara lokal maupun nasional bahkan internasional nanti,” ungkap George.

Dukungan terhadap kejuaraan ini juga disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, Laurens Wantik. Mewakili pemerintah daerah, ia mengapresiasi kolaborasi Uniyap dan Pengprov TI Papua dalam menyelenggarakan kompetisi tersebut.
Menurut Laurens, pengembangan olahraga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga perguruan tinggi, organisasi olahraga, dan masyarakat.
“Memang konsepnya harus kolaborasi antar para pihak karena olahraga bukan tanggung jawab pemerintah, melainkan semua pihak untuk memajukan olahraga di Papua,” tegasnya.
Selain mendorong prestasi atlet, Laurens berharap kejuaraan ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan melalui konsep multiplier effect, yakni dampak positif kegiatan terhadap sektor-sektor pendukung lainnya.
Untuk menjaga kualitas dan standar pertandingan, panitia juga mendatangkan wasit berlisensi internasional dari Bali guna memimpin jalannya kompetisi.
Melalui Papua Open Taekwondo 2026, penyelenggara berharap semakin banyak atlet potensial yang muncul dan mampu membawa nama Papua serta Indonesia ke panggung olahraga yang lebih tinggi.
(Melviandres Pamanggori)





Apa komentar anda ?