JAYAPURA, nokenlive.com – Berkunjung ke Papua, tepatnya di Kota Jayapura, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, meninjau secara langsung pembangunan ruang kelas baru melalui program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026 di SMA Negeri 2 Jayapura, Senin (19/10).
Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 2 Jayapura, serta seluruh guru dan peserta didik di lingkungan SMAN 2 Jayapura.
Setibanya di sekolah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah disambut dengan tarian adat, prosesi injak piring dalam adat Saireri, serta pengalungan noken oleh Plt. Kepala SMAN 2 Jayapura.

Kepada awak media di Jayapura, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa seluruh fasilitas dan sarana prasarana, termasuk ruang kelas baru yang dibangun melalui bantuan program revitalisasi sekolah, harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.
Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, program revitalisasi sekolah juga menyasar sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak bencana, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah-sekolah di wilayah pinggiran.
Selain itu, Menteri berkesempatan melihat secara langsung proses belajar mengajar siswa yang menggunakan Papan Interaktif Digital (PID) di SMAN 2 Jayapura. Penggunaan teknologi pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa sehingga mereka semakin senang dan termotivasi untuk terus belajar.
Sementara itu, Plt. Kepala SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanay, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas bantuan yang diberikan melalui program revitalisasi sekolah.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah di Kota Jayapura mencakup sejumlah satuan pendidikan pada berbagai jenjang.
Pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), terdapat dua sekolah yang menerima program revitalisasi pada 2025 dan tiga sekolah pada 2026. Pada jenjang sekolah dasar (SD), terdapat sembilan sekolah pada 2025 dan lima sekolah pada 2026.
Sementara itu, pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), terdapat lima sekolah pada 2025 dan lima sekolah pada 2026. Pada jenjang sekolah menengah atas (SMA), terdapat dua sekolah pada 2025 dan delapan sekolah pada 2026. Adapun pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK), terdapat empat sekolah pada 2025 dan tujuh sekolah pada 2026.

Berdasarkan laporan progres pembangunan ruang kelas baru di SMAN 2 Jayapura, pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 80 persen. Pihak sekolah menargetkan pembangunan rampung 100 persen pada minggu kedua Desember 2026.
Usai meninjau pembangunan ruang kelas baru di SMAN 2 Jayapura, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kantor Gubernur Papua untuk membuka kegiatan Kongres Bahasa Daerah se-Indonesia Tahun 2026.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?