JAYAPURA, nokenlive.com — Jemaat GKI Petrus Waena, Klasis Sentani, melaksanakan Sidang Jemaat ke-34 tahun 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Klasis GKI Sentani, Pdt. Alberth Suebu, S.Th., yang ditandai dengan penabuhan tifa, penyematan tanda peserta, serta penyerahan palu sidang. Kegiatan berlangsung di Gedung Gereja GKI Petrus Waena pada Jumat (16/10) pagi.
Ketua Klasis GKI Sentani, Pdt. Alberth Suebu, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Sidang Jemaat ke-34 GKI Petrus Waena tahun 2026.

Menurut Suebu, sidang jemaat merupakan agenda rutin tahunan sesuai dengan amanat Sinode GKI di Tanah Papua bagi seluruh jemaat GKI di Tanah Papua, termasuk Jemaat GKI Petrus Waena di Klasis Sentani.
“Sidang jemaat merupakan agenda rutin tahunan sesuai amanat Sinode GKI di Tanah Papua bagi seluruh jemaat GKI di Tanah Papua, termasuk bagi Jemaat GKI Petrus Waena di Klasis Sentani,” ujarnya.
Ia melanjutkan, hingga pekan ini, sekitar 23 jemaat GKI di Klasis Sentani telah melaksanakan sidang jemaat, termasuk Jemaat GKI Petrus Waena.
“Kami berharap hasil persidangan kali ini di Jemaat GKI Petrus Waena membawa perubahan dan memberikan dampak terhadap pelayanan serta persekutuan di dalam jemaat pada waktu mendatang,” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa Jemaat GKI Petrus Waena merupakan jemaat yang potensial dan multikultural, dengan anggota dari berbagai suku dan ras. Keberagaman tersebut perlu dirawat dan dijaga demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan sebagai Kepala Gereja.
Selain itu, melalui Sidang Jemaat ke-34, GKI Petrus Waena juga akan membahas evaluasi program kerja tahun pelayanan 2026 serta proyeksi program pelayanan dan anggaran untuk tahun 2027.

Sidang tersebut juga akan menetapkan majelis jemaat GKI Petrus Waena untuk periode 2027–2031.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Setda Kota Jayapura, tokoh adat, Ketua Jemaat GKI Petrus Waena, Kepala Distrik Heram, seluruh majelis jemaat, serta perwakilan peserta sidang.

Sementara itu, Ondofolo Kampung Waena, Richard Ohee, mengatakan bahwa hasil sidang jemaat diharapkan menghasilkan program yang bermanfaat bagi warga jemaat dan masyarakat sekitar. Menurutnya, lebih baik memiliki sedikit program yang bermakna dan menyentuh kebutuhan warga jemaat daripada banyak program yang tidak dirasakan manfaatnya oleh mereka.
“Kiranya uang yang ada di jemaat dapat dipergunakan untuk kepentingan dan kebutuhan warga jemaat itu sendiri melalui program pelayanan yang lebih menyentuh umatnya,” tegasnya.
Sidang Jemaat ke-34 GKI Petrus Waena berlangsung selama satu hari.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?