NABIRE, Nokenlive.com – Kodim 1705/Nabire resmi meluncurkan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026. Berpusat di Kampung Wanggar, Distrik Nabire Barat, Papua Tengah, program ini tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membawa misi perubahan lingkungan dan ekonomi warga.
Pada sektor fisik, Kodim 1705/Nabire menggenjot pembangunan rumah ibadah, tiga unit rumah layak huni (RLH), serta lima titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat.
Namun, yang menarik perhatian adalah komitmen TMMD dalam mengedukasi warga terkait pengelolaan lingkungan. Salah satu terobosannya adalah meluncurkan program pilot project (percontohan) Bank Sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire.
Dandim 1705/Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto Tirtamentari Jadi, menegaskan bahwa TMMD dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Melalui bank sampah, barang tak terpakai seperti botol plastik dapat disulap menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.
“Botol-botol yang sekiranya dianggap tidak berharga sebenarnya memiliki nilai jual jika dikelola dengan benar. Pengelolaan ini sekaligus menjadi solusi nyata untuk mengurangi masalah sampah di Nabire,” ujar Letkol Arh Dwi Palwanto.
Kampung Wanggar akan menjadi lokasi percontohan program bank sampah selama satu bulan. Jika berhasil, gerakan edukasi lingkungan ini bakal direplikasi ke kampung-kampung lain di seluruh Kabupaten Nabire.
Tak berhenti di situ, kegiatan nonfisik TMMD ke-130 juga diisi dengan penyuluhan wawasan kebangsaan dan layanan kesehatan. Berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut digandeng sesuai bidangnya masing-masing.
Dandim menjelaskan bahwa pemilihan Wanggar sebagai lokasi sasaran merupakan hasil koordinasi langsung dengan Bupati Nabire, Mesak Magai. Wilayah tersebut dinilai sangat membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur dan pembenahan lingkungan.
Sebanyak 150 personel gabungan dari TNI, Polri, serta Pemkab Nabire diterjunkan untuk menyukseskan seluruh agenda program ini.
“Melalui TMMD, kita bersama pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat. Kami ingin memberikan pelayanan, edukasi, dan mendorong kemajuan warga di wilayah ini,” pungkas Dandim.
Dengan adanya sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan warga, TMMD ke-130 diharapkan tak sekadar meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga menciptakan perubahan perilaku dan kesejahteraan yang berkelanjutan di Papua Tengah.
(ANAS/Redaksi)







Apa komentar anda ?