JAYAPURA, nokenlive.com – Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Jayapura. Banjir dilaporkan terjadi di beberapa titik, di antaranya Pasar Youtefa, Perumahan Organda, Entrop, Kotaraja, serta sejumlah wilayah lainnya.
Kegiatan peninjauan beberapa titik banjir pasca hujan lebat Kamis (8/10) malam berlangsung pada Jumat (9/10/26) pagi.
Wakil Wali Kota Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., mengatakan Pemerintah Kota Jayapura telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi teknis guna bersama menangani dampak banjir, longsor, serta pohon tumbang di Kota Jayapura.
“Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Balai Wilayah Sungai, Dinas PU Provinsi Papua, serta instansi terkait lainnya dalam hal penanganan bencana yang terjadi di Kota Jayapura,” ujarnya.
“Koordinasi telah kami lakukan dengan instansi teknis terkait agar penanganan banjir di Kota Jayapura dilakukan secara terpadu. Kita perlu bergerak bersama untuk mengatasi persoalan ini, baik melalui penanganan darurat maupun langkah-langkah pencegahan,” pungkasnya.
Ia juga menegaskan sejumlah upaya penanganan telah dilakukan, seperti penanganan longsor di kawasan BTN Puskopad Atas, penanganan di sekitar Pasar Youtefa, serta pengerukan saluran air dan beberapa sungai atau kali di Kota Jayapura yang mengalami penyumbatan dan pendangkalan.
“Selain itu telah dilakukan pengerukan dan pembersihan saluran di kawasan Abepura, Jalan Nuri, Kotaraja, serta sejumlah lokasi lainnya. Juga pembersihan saluran di kawasan PTC Entrop Jayapura Selatan sebagai bagian dari upaya memperlancar lalu lintas akibat sedimen tanah yang menutupi jalan,” ungkap Wawali saat dijumpai media di lapangan, Jumat (9/10).
Ia menegaskan penanganan tersebut merupakan langkah awal untuk mengurangi dampak banjir sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan kembali apabila hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung.
Banjir tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem, tetapi juga oleh faktor lingkungan, terutama saluran drainase dan aliran kali yang tersumbat sampah maupun material lainnya. Sumbatan tersebut menghambat aliran air sehingga air meluap ke jalan dan kawasan permukiman.

“Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, termasuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase maupun kali,” katanya.
Dengan jumlah penduduk Kota Jayapura yang mencapai kurang lebih 405 ribu jiwa, menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai sampah yang dibuang sembarangan justru menyumbat saluran air dan menimbulkan banjir yang merugikan masyarakat.
“Penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan instansi teknis. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan agar saluran air tetap berfungsi dengan baik, khususnya ketika curah hujan meningkat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi tanah longsor, terutama di kawasan perbukitan dan tebing yang rawan mengalami pergerakan tanah saat hujan lebat.

“Pembangunan rumah di kawasan tebing tanpa memperhatikan kondisi tanah, stabilitas lereng, dan aspek keselamatan dapat meningkatkan risiko longsor. Kondisi tersebut berpotensi mengancam rumah warga, menutup akses jalan, serta menimbulkan kerugian material,” katanya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membangun rumah secara sembarangan, terutama di kawasan tebing yang rawan longsor, juga pinggiran kali atau sungai serta di daerah resapan air dan lain sebagainya. Keselamatan harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Harapannya melalui kerja sama antara pemerintah, instansi teknis, dan masyarakat akan mendukung penanganan banjir dan risiko longsor di Kota Jayapura.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?