NABIRE, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan tindak lanjut bersama delapan kabupaten untuk menurunkan angka stunting melalui penyusunan program yang disesuaikan dengan persoalan dan kondisi masing-masing daerah.
Kepala Bapperida Papua Tengah Elieser Yogi, Pada rapat koordinasi di Aula RRI Nabire, Selasa (29/09/2026) mengatakan langkah tersebut menjadi hasil yang diharapkan dari rapat koordinasi stunting tingkat provinsi yang membahas pelaksanaan pencegahan stunting di delapan kabupaten.
Menurutnya, koordinasi diperlukan karena Papua Tengah masih menghadapi angka stunting yang tinggi sehingga penanganannya membutuhkan kerja bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Elieser Yogi mengatakan forum tersebut diarahkan untuk menghasilkan kesepakatan dan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan dalam program dan kegiatan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Pemerintah kabupaten juga diminta menindaklanjuti hasil koordinasi melalui penyusunan program pada tahapan APBD Perubahan 2026 dan perencanaan APBD 2027.
Yogi mengingatkan program penanganan stunting perlu disusun secara terpadu agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan, tetapi setiap intervensi dapat menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, seluruh delapan kabupaten di Papua Tengah menjadi lokus penanganan stunting sehingga persoalan tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan program dan kegiatan perangkat daerah.
Kepala Bapperida mengatakan Kabupaten Puncak berdasarkan data yang dimiliki pemerintah provinsi tercatat memiliki angka stunting tertinggi di Papua Tengah. Tingginya angka stunting di wilayah pegunungan, termasuk Puncak, turut dipengaruhi keterbatasan akses sehingga penanganannya perlu mempertimbangkan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat.
Ia berharap pemerintah kabupaten dapat menjalankan program secara maksimal sehingga angka stunting secara bertahap dapat menurun.
Selain stunting, pemerintah juga membahas kemiskinan ekstrem karena kedua persoalan tersebut memiliki keterkaitan dan membutuhkan penanganan secara terpadu.
Pemprov Papua Tengah telah menjalankan Program Bangkit Papua Tengah yang menyasar anak usia nol hingga empat tahun dan ibu hamil sebagai salah satu kebijakan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah berharap program tersebut turut membantu menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di Papua Tengah.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemprov Papua Tengah menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan tenaga ahli untuk memberikan masukan terkait strategi pencegahan dan penanganan stunting kepada pemerintah provinsi dan kabupaten.
(ANAS/Redaksi)







Apa komentar anda ?