YALIMO, Nokelive.com – Bupati Kabupaten Yalimo, Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M., secara resmi melepas 13 peserta pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja berdasarkan klaster kompetensi tahun 2026 untuk mengikuti pelatihan di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Pelepasan berlangsung di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Yalimo, Kamis (24/9/2026), didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Yalimo, Nahor Helakombo.
Ke-13 peserta tersebut telah melalui proses seleksi dan akan mengikuti pelatihan selama dua bulan atau 240 jam pembelajaran di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Sorong. Mereka mengikuti tiga klaster pelatihan, yakni perbengkelan kendaraan roda empat, perbengkelan kendaraan roda dua, dan meubel kayu.
Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat Yalimo, khususnya orang asli Papua, agar memiliki keterampilan dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Komitmen kami adalah memberdayakan orang Yalimo atau orang asli Papua untuk mendukung semua program yang baik. Saya melepas secara resmi 13 orang ini untuk mewakili masyarakat Kabupaten Yalimo. Semoga mereka kembali membawa hasil dan membuktikan bahwa orang Papua bisa,” ujar Nahor.
Ia meminta para peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin dan penuh komitmen, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan setelah kembali ke Yalimo.
“Kalau main-main, pasti pulang dengan kosong. Tetapi kalau betul-betul disiplin dan berkomitmen dengan jurusan yang dipilih, pemerintah akan mendukung melalui program-program yang dapat membantu usaha mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Yalimo, Nahor Helakombo, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan angkatan ketiga yang dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2024 hingga 2026.
“Ini merupakan angkatan yang ketiga. Program ini sudah kami jalankan secara kontinu sejak 2024, 2025 hingga 2026. Tahun ini kami merekrut 13 orang berdasarkan kejuruan perbengkelan kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, dan meubel kayu,” jelasnya.
Ia berharap peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dapat diberdayakan pemerintah daerah melalui program ekonomi produktif untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Yalimo.
“Kami berharap ke depan pemerintah daerah dapat memberdayakan anak-anak ini. Mereka berasal dari berbagai suku di Papua dan diharapkan dapat bekerja maupun membuka usaha sendiri sehingga membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Yalimo,” pungkas Nahor Helakombo.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, membuka peluang usaha, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda orang asli Papua di Kabupaten Yalimo.
(Redaksi DA)





Apa komentar anda ?