JAYAPURA, Nokenlive.com – Turnamen UTC Futsal Cup I 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026, di Wiguna Sport Center, Abepura, Kota Jayapura.
Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati HUT pertama Sekolah Unggulan Taruna Cenderawasih (UTC) Jayapura sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia itu ditutup secara resmi oleh Asisten I Setda Kota Jayapura, Evert Nicolas Meraudje, Kamis (13/8/2026).
Penutupan turnamen turut dihadiri Ketua Yayasan Gema Valentine Nerlince Wamuar Rollo dan Kepala Sekolah UTC Papua, Anthon Djoko Martono, S.Pd.
Mewakili Wali Kota Jayapura, Evert Nicolas Meraudje menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan UTC Futsal Cup I 2026.
Ia secara khusus mengucapkan selamat kepada SMP Terang Kasih Bangsa Papua yang berhasil keluar sebagai juara pertama.
Menurutnya, turnamen futsal tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarpelajar dari berbagai sekolah di Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura.
“Generasi muda harus menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kekompakan, dan menjadikan ajang ini sebagai sarana silaturahmi antarsesama sekolah,” ujar Evert dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana dan pengelola Wiguna Sport Center yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.
Evert menegaskan, pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, komitmen tersebut telah ditunjukkan UTC melalui penyelenggaraan turnamen futsal sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kebersamaan pelajar.
Sementara itu, Ketua Yayasan Gema Valentine, Nerlince Wamuar Rollo, mengatakan Yayasan Gema Valentine telah berdiri selama 18 tahun, sementara Sekolah Unggulan Taruna Cenderawasih genap berusia satu tahun pada 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan UTC tidak terlepas dari dukungan Yayasan Gema Valentine, Kodam XVII/Cenderawasih, serta Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan.
Saat ini, UTC memiliki sekitar 150 siswa dengan sistem pendidikan berpola asrama. Seluruh pendidikan di sekolah tersebut diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya kepada siswa.
Nerlince mengatakan, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di UTC cukup tinggi. Sistem pendidikan berasrama dinilai dapat membantu membentuk karakter, kedisiplinan, serta sikap mental para siswa.
“Banyak orang ingin memasukkan anaknya ke sekolah ini. Dengan sistem pendidikan berpola asrama, pembentukan karakter dan mental anak dapat terus dilakukan sehingga turut membantu para orangtua,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan UTC dapat terus memberikan kontribusi dalam membentuk generasi muda Papua yang memiliki karakter, disiplin, berprestasi, serta mampu menghadapi berbagai perubahan sosial.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?