ILAGA, nokenlive.com — Sebanyak 154 kampung di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, yang belum menerima Dana Kampung Tahun Anggaran 2026 dipastikan tetap akan mendapatkan haknya. Penyaluran akan dilanjutkan setelah pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di Ilaga.
Bupati Puncak Elvis Tabuni mengatakan, hingga saat ini sebanyak 52 kepala kampung telah menerima Dana Desa tahap pertama.
Sementara 154 kampung lainnya belum menerima penyaluran karena prosesnya sempat terganggu akibat insiden pembakaran sejumlah kantor pemerintahan.
“52 kepala kampung sudah terima Dana Desa. Sementara kepala kampung yang belum terima Dana Desa itu nanti akan dapat. Tanggal 17 upacara, nanti tanggal 18 akan dibayar,” kata Elvis Tabuni.
Ia meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Puncak segera mempersiapkan kembali proses penyaluran setelah rangkaian upacara 17 Agustus selesai.
Elvis menargetkan penyaluran bagi 154 kampung tersebut dapat dilanjutkan pada 18 hingga 19 Agustus 2026 melalui Bank Papua.
“Saya minta Kepala Dinas PMK, setelah tanggal 17, setelah upacara 17-an, tanggal 18-19 Agustus Bank Papua melanjutkan penyaluran Dana Desa untuk 154 kampung,” tegasnya.

Menurut Elvis, terhentinya sementara proses penyaluran bukan berarti 154 kampung tersebut kehilangan atau tidak mendapatkan Dana Desa. Pemerintah Kabupaten Puncak memastikan penyaluran akan tetap dilanjutkan sesuai dengan ketentuan dan pagu anggaran yang telah ditetapkan.
Selain memastikan penyaluran Dana Desa, Elvis juga mengimbau para kepala kampung agar menjadikan kejadian sebelumnya sebagai pelajaran.
Ia berharap setelah mendengarkan arahan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dalam Rapat Koordinasi Terpadu, para kepala kampung dapat memahami persoalan Dana Kampung secara utuh dan tidak mudah terprovokasi.
Elvis meminta apabila terdapat persoalan atau perbedaan pemahaman terkait Dana Kampung maupun kebijakan pemerintah, kepala kampung dan masyarakat menyampaikannya melalui jalur komunikasi dan dialog.
“Kalau ada masalah, harus disampaikan. Jangan sampai terprovokasi,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh kepala kampung bersama pemerintah daerah dan masyarakat menjaga situasi keamanan agar pelayanan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Puncak dapat kembali berjalan normal.
(Lisa – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?