NABIRE, nokenlive.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik hingga 20 tahun mendatang, sebagai langkah strategis memastikan ketersediaan guru berkualitas di seluruh wilayah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nuraidah Nawipa, di Nabire, Kamis (23/7), mengatakan, perencanaan jangka panjang tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan untuk menjawab tantangan kekurangan guru, terutama pada jenjang PAUD, TK, dan SD.
“Kami tidak hanya melihat kebutuhan guru untuk hari ini, tetapi harus mempersiapkan kebutuhan pendidikan Papua Tengah hingga 20 tahun ke depan. Karena itu, kuota penerimaan KPG akan disesuaikan dengan kapasitas dan peta kebutuhan guru di seluruh wilayah,” kata Nuraidah saat peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Nabire.
Menurut dia, penyediaan guru tidak dapat dilakukan secara spontan, tetapi membutuhkan perencanaan berbasis data agar distribusi tenaga pendidik sesuai dengan kebutuhan masing-masing kabupaten dan distrik.
“Kita harus memastikan anak-anak di seluruh Papua Tengah mendapatkan hak pendidikan yang sama, termasuk akses terhadap guru yang hadir, berkualitas, dan memiliki komitmen untuk mengajar,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pemetaan kebutuhan guru tersebut menjadi dasar dalam pengembangan Kolese Pendidikan Guru (KPG) sebagai lembaga yang mencetak calon pendidik sesuai kebutuhan daerah.
“Melalui KPG, kita menyiapkan calon guru yang berasal dari Papua Tengah sendiri, sehingga ke depan mereka dapat mengisi kebutuhan tenaga pendidik di wilayah asalnya masing-masing,” katanya.
Dia menambahkan, pembangunan pendidikan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur sekolah, tetapi juga memastikan tersedianya sumber daya manusia pendidikan yang menjadi kunci utama peningkatan kualitas pembelajaran.
Disdikbud berharap, strategi perencanaan tenaga pendidik jangka panjang tersebut mampu memperkuat fondasi pendidikan daerah dan melahirkan generasi Papua Tengah yang cerdas, unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing nasional dan global.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?