JAYAPURA, Nokenlive.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui pelatihan penyusunan soal berbasis literasi dan numerasi bagi para guru.
Melalui Kepala Bidang SMP, Purnama Sinaga, Disdikbud menggelar kegiatan pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah yang difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam menyusun soal literasi dan numerasi. Kegiatan ini diikuti oleh 43 guru perwakilan dari 13 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang tersebar di 44 SMP se-Kota Jayapura.
Pelatihan tersebut merupakan respons atas hasil evaluasi yang menunjukkan masih adanya guru yang belum memahami secara utuh konsep penyusunan soal berbasis literasi dan numerasi.

Keterangan foto : Suasana kegiatan pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah saat narasumber memberikan materi terkait penguatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan soal literasi dan numerasi.
“Dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA), literasi dan numerasi menjadi komponen utama penilaian selain karakter. Namun dari hasil pemantauan kami, belum semua guru memahami bagaimana menyusun soal yang tepat,” kata Purnama.
Ia menjelaskan, literasi dan numerasi bukan hanya menjadi tanggung jawab mata pelajaran tertentu, melainkan merupakan kompetensi lintas bidang yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik.
“Numerasi itu kemampuan menggunakan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah, sedangkan literasi adalah kemampuan memahami dan menganalisis informasi untuk menemukan solusi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Disdikbud menghadirkan narasumber dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua. Selain itu, ketua-ketua MGMP juga dilibatkan sebagai tutor sebaya guna berbagi praktik baik kepada para peserta.

Keterangan foto : Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Jayapura, Purnama Sinaga, saat memberikan penjelasan mengenai pentingnya penguasaan konsep literasi dan numerasi bagi setiap tenaga pendidik.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teori, tetapi juga praktik langsung penyusunan soal. Bahkan, kegiatan ini ditargetkan mampu menghasilkan bank soal literasi dan numerasi yang dihimpun dari 13 MGMP.
“Kami tidak berhenti di pelatihan ini saja, tetapi akan dilanjutkan dengan pendampingan melalui MGMP agar implementasinya benar-benar berjalan di sekolah,” kata Purnama.
Ia berharap, para guru dapat mengintegrasikan soal literasi dan numerasi dalam proses pembelajaran maupun asesmen, mulai dari ulangan harian hingga ujian sekolah.
Melalui pembinaan ini, Disdikbud Kota Jayapura optimistis kualitas pendidikan SMP akan semakin meningkat, khususnya dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa sebagai bagian penting dalam sistem asesmen nasional maupun TKA.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi MR)





Apa komentar anda ?