JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Tim Pengendali Inflasi Kota Jayapura melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi dan pusat perbelanjaan, Rabu (25/2/2026), untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Sidak dipimpin Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Majid, didampingi Dansatrol Kodareal X Jayapura, Kodim 1701/Jayapura, serta sejumlah instansi terkait. Tim menyasar gudang Bulog di Tasangkapura, Jayapura Selatan, Pasar Sentral Hamadi, hingga pusat perbelanjaan modern Hypermart Jayapura.

Dari hasil pemantauan di gudang Bulog, Abdul Majid memastikan stok beras dalam kondisi aman.
“Untuk stok pangan berupa beras masih sangat tersedia dan bertahan hingga dua bulan ke depan bahkan sampai Hari Raya Lebaran sesuai hasil monitoring tim ke gudang Bulog di Tasangkapura Jayapura Selatan,” ujarnya.
Pemantauan kemudian dilanjutkan ke Pasar Hamadi. Di pasar tradisional tersebut, tim mendapati sebagian besar komoditas masih tersedia dengan harga relatif stabil, meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.
“Stok komoditas di pasaran dari hasil sidak ke Pasar Hamadi masih cukup tersedia meski ada beberapa yang alami kenaikan, tetapi akan jadi perhatian pemerintah daerah jelang memasuki Hari Raya Lebaran di bulan Maret mendatang,” kata Abdul Majid.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun harga kebutuhan pokok.
“Buat masyarakat Kota Jayapura supaya tidak khawatir akan stok pangan baik beras maupun harga kebutuhan lainnya termasuk bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih dan cabe rawit juga tomat masih tersedia dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan pedagang, harga telur ayam dijual Rp75.000 per rak atau Rp2.500 per butir. Dahlia, salah satu pedagang telur di Pasar Hamadi, mengatakan telur yang dijualnya didatangkan dari Surabaya.
“Selama bulan Ramadan masih sepi pengunjung,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang bumbu dapur, Haji Irma, menjelaskan pasokan cabai rawit berasal dari Merauke, Papua Selatan, serta dari Surabaya, dengan kualitas yang berbeda.
“Cabe rawit ini sangat variasi ada yang dari Merauke Papua Selatan juga dari Surabaya, tapi tentu kualitasnya berbeda,” katanya.
Harga cabai rawit saat ini berkisar antara Rp100.000 hingga Rp110.000 per kilogram. Untuk bawang merah asal Surabaya dijual Rp55.000 per kilogram, sedangkan bawang merah lokal dari Arso, Kabupaten Keerom, dibanderol Rp40.000 per kilogram.
“Kalau bawang merah lokal dari Arso Kabupaten Keerom, harganya Rp40.000 per kilogram tetapi kualitas jauh berbeda,” tuturnya.
Adapun bawang putih dijual Rp50.000 per kilogram dan tomat Rp10.000 per kilogram.
Meski permintaan cenderung menurun selama Ramadan, para pedagang berharap harga tetap stabil hingga Idulfitri.
“Memasuki bulan Ramadan masih sepi pembeli dan harga bumbu dapur di Pasar Hamadi masih stabil dan berharap tidak ada kenaikan yang cukup signifikan, supaya bisa dijangkau masyarakat yang akan merayakan Idulfitri di bulan Maret mendatang,” pinta Haji Irma.
Usai melakukan pemantauan di Pasar Hamadi, rombongan Tim Pengendali Inflasi melanjutkan sidak ke Hypermart Jayapura guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar modern.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?