JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura melakukan uji petik terhadap sembilan kapal yang berpangkalan di Pelabuhan Jayapura. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan armada angkutan laut dalam melayani masyarakat selama periode Lebaran.
Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas II Jayapura, Cicilia Warsini, mengatakan uji petik tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor 1 Tahun 2026 tentang pelaksanaan uji kelaiklautan kapal dalam rangka angkutan laut Lebaran.
“Pelaksanaan uji petik berlangsung mulai 19 Januari hingga 19 Februari 2026. Tujuannya untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kelaiklautan kapal terpenuhi sebelum melayani masyarakat,” kata Cicilia di Jayapura.
Ia menjelaskan, sembilan kapal yang diuji terdiri atas tujuh kapal perintis milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) dan dua kapal swasta.
Tujuh kapal perintis tersebut yakni KM Sabuk Nusantara 81, KM Sabuk Nusantara 58, KM Sabuk Nusantara 100, KM Sabuk Nusantara 29, KM Sabuk Nusantara 45, Kapal Penyeberangan Etofili, dan Kapal Penyeberangan Emfote.
Sementara dua kapal swasta yang turut menjalani uji petik adalah KM Cantika Lestari 77 dan KM Cantika Lestari 88.
Menurut Cicilia, dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah kekurangan minor pada beberapa kapal. Kekurangan tersebut antara lain masa berlaku perlengkapan keselamatan seperti life jacket dan baterai, serta perbaikan ringan pada mesin dan peralatan pemadam kebakaran di ruang mesin.

“Karena sifatnya minor, kami berikan waktu sekitar tiga hingga empat minggu untuk dilakukan perbaikan. Saat ini kekurangan tersebut sudah dipenuhi dan kapal dinyatakan siap melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan uji petik dilakukan lebih awal agar terdapat waktu yang cukup bagi operator kapal untuk melakukan pembenahan sebelum masa angkutan Lebaran dimulai. Untuk periode angkutan laut Lebaran, biasanya berlangsung mulai H-15 hingga H+15 Lebaran, meski petunjuk teknis resmi masih menunggu instruksi lanjutan dari pemerintah pusat.
Cicilia menambahkan, uji petik di Jayapura difokuskan pada kapal perintis dan kapal penyeberangan yang melayani wilayah pesisir serta daerah terpencil di Papua. Adapun kapal besar milik PT Pelni umumnya menjalani uji petik di pelabuhan kelas utama atau kelas I seperti Surabaya dan Makassar.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir menggunakan kapal perintis maupun kapal penyeberangan selama periode angkutan Lebaran.

“Kami sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat bersama para pemangku kepentingan dan perusahaan pelayaran berkomitmen memastikan pelayanan berjalan aman dan nyaman. Harapannya masyarakat yang mudik atau bepergian dapat sampai tujuan dengan selamat,” kata Cicilia.
Dengan rampungnya uji petik dan tindak lanjut perbaikan, seluruh kapal yang berpangkalan di Jayapura dipastikan laik laut dan siap mendukung kelancaran angkutan laut Lebaran 2026, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir dan daerah terpencil Papua.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?