WAMENA, NOKENLIVE.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Pegunungan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Menuju PON XXII 2028 NTB–NTT, yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Rabu (18/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum KONI Provinsi Papua Pegunungan yang juga Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Jhon Tabo, S.E., M.Si., Wakil Ketua Umum KONI Pusat Prof. Dr. Saharudin Ita, M.Kes., AIFO, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan Wasuok Demianus Siep, Asisten III, para pengurus KONI, narasumber, serta seluruh peserta Bimtek.

Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimtek, Jhon Tabo menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi olahraga Papua Pegunungan secara terarah dan berkelanjutan.
“Pertama-tama kami patut mengucap syukur kepada Tuhan. Pemerintah Republik Indonesia memberikan satu daerah otonomi baru yaitu Provinsi Papua Pegunungan yang pecah dari Provinsi Papua. Kami apresiasi provinsi baru ini. Kami berbicara provinsi baru berarti semangat baru,” ujarnya.
Ia mengibaratkan Provinsi Papua Pegunungan seperti bayi yang baru lahir yang membutuhkan bimbingan dan pendampingan agar bertumbuh menjadi daerah yang berprestasi.
“Bayi yang baru lahir belum tentu bisa berjalan, pasti ada bapa mama untuk membimbing supaya bertumbuh besar dan menjadi anak yang berguna bagi keluarga dan orang tua,” katanya.
Sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Papua Pegunungan yang pertama sekaligus Gubernur pilihan rakyat Lapago, Jhon Tabo menegaskan komitmennya membangun fondasi olahraga yang kuat.
“Sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Papua Pegunungan yang pertama juga sebagai Gubernur, daerah baru berarti orang yang punya pengalaman harus mempersiapkan generasi-generasi untuk masa depan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sejak SMA dirinya telah aktif dalam berbagai organisasi seperti KNPI dan lainnya, hingga kini dipercaya memimpin sebagai Gubernur dan Ketua KONI.
“Menjadi Ketua KONI adalah satu kepercayaan yang diberikan oleh pusat. Saya akan mempersiapkan generasi lima tahun ke depan,” ujarnya.
Jhon Tabo juga meminta seluruh pengurus dan peserta Bimtek untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.
“Saudara-saudara saya, adik-adik saya, jangan sia-siakan bimbingan teknis ini. Yang memberikan materi adalah profesor khusus olahraga dan saudara saya Sekretaris Umum,” katanya.
Ia juga menyinggung keberhasilan PON 2020 di Papua yang digagas almarhum Lukas Enembe sebagai inspirasi bagi Papua Pegunungan untuk menatap PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Dalam sesi wawancara, Jhon Tabo kembali menegaskan tekadnya membawa Papua Pegunungan tampil maksimal di ajang nasional.
“Kami KONI Provinsi Papua Pegunungan akan tampil yang terbaik. Kami pengurus KONI yang baru ingin membina adik-adik generasi yang baik, olahraga masa depan yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai provinsi baru, pembinaan harus dimulai dari sekarang melalui peningkatan kapasitas SDM olahraga.
“Mulai sejak ini kami bimbingan teknis mempersiapkan diri. Telah dibentuk KONI Provinsi Papua Pegunungan, oleh karena itu kami sudah melakukan Bimtek,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat serta media untuk turut mendukung langkah tersebut.
“Kami minta dukungan doa dari masyarakat dan media cetak maupun elektronik. Mohon dukungan doa,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Prof. Dr. Saharudin Ita dalam sambutannya menyampaikan refleksi panjang tentang perjalanan hidupnya di dunia olahraga.
“Saya sangat bersyukur, pertama-tama karena ini kehormatan yang saya tidak pernah bayangkan, apalagi menjadi Wakil KONI Pusat. Sebagai manusia olahraga, sebagai mantan atlet yang sekarang pengurus, saya kadang-kadang berpikir evolusi dari satu perjalanan hidup seorang atlet,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit diwujudkan.
“Berbicara masalah olahraga adalah satu padanan kata yang mudah diucapkan, tapi sangat sulit dilakukan,” ujarnya.
Saharudin juga mengingatkan bahwa menjadi pengurus olahraga membutuhkan ketulusan dan kesabaran.
“Mengurus atlet itu sangat susah. Pengurus itu seperti ibu yang mengurus bayi kecil dari segala keperluannya. Jadi jangan mengeluh ketika yang diurus meminta perhatian penuh tanpa batas, karena itu risiko kita sebagai pengurus,” tegasnya.
Ia optimistis Papua Pegunungan mampu bersaing dengan 39 provinsi lainnya di Indonesia jika seluruh pengurus bekerja dengan hati dan komitmen.
Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa Bimtek ini mengusung tema Peningkatan Kapasitas SDM Olahraga Menuju Papua Pegunungan yang Berprestasi di Era Baru.
Tujuan kegiatan ini antara lain meningkatkan kapasitas dan kemampuan manajerial pengurus, memperbarui pengetahuan terkait perkembangan dunia olahraga dan kebijakan terbaru, serta memperkuat keterampilan kepemimpinan dalam mengelola organisasi.
Sebanyak 50 peserta mengikuti Bimtek ini, terdiri dari 13 pengurus inti, 10 koordinator bidang, dan 29 anggota.
Dengan semangat provinsi baru dan komitmen kuat dari Ketua Umum KONI, Papua Pegunungan kini mulai menapaki langkah awal membangun fondasi olahraga yang terstruktur dan berkelanjutan, demi mewujudkan cita-cita tampil berprestasi pada PON XXII 2028 mendatang. (Tundemin Kogoya – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?