WAMENA, NOKENLIVE.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan secara resmi membuka Kompetisi Liga 4 musim 2025–2026 di Stadion Pendidikan Wamena, Sabtu (14/2/2026). Pembukaan berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya, ditandai dengan penampilan musik tradisional Pegunungan oleh Akustik Wamena serta dihadiri unsur Forkopimda, para bupati se-Papua Pegunungan, pimpinan DPRP, dan jajaran pengurus PSSI.
Gubernur Papua Pegunungan yang diwakili Asisten III, Lukas W. Kossay, dalam sambutannya menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi ruang pembentukan karakter dan persaudaraan masyarakat Papua Pegunungan.

“Sepak bola bukan sekadar olahraga. Bagi kita orang Papua Pegunungan, sepak bola adalah ruang kebersamaan, ruang persaudaraan, dan ruang pembentukan karakter generasi muda,” tegasnya.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada PSSI dan seluruh panitia atas kerja keras menyukseskan kompetisi tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PSSI dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan manusia.

“Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendukung penuh pengembangan olahraga, termasuk sepak bola. Olahraga adalah bagian dari pembangunan manusia,” kata Lukas W. Kossay.
Liga 4 Papua Pegunungan musim ini diikuti 12 klub resmi dari delapan kabupaten dengan melibatkan 360 pemain dan 120 ofisial. Kompetisi akan berlangsung hingga 8 Maret 2026, dengan satu kuota menuju putaran nasional.
Ketua PSSI Provinsi Papua Pegunungan, Atenius Murib, menyebut pelaksanaan Liga 4 menjadi momentum kebangkitan sepak bola di wilayah tersebut.

“Hari ini kita bisa melihat sepak bola Papua Pegunungan yang sudah bangkit kembali,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kompetisi ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga berdampak terhadap ekonomi daerah.
“Dari sepak bola ini meningkatkan perekonomian, meningkatkan PAD, serta menciptakan peluang bagi anak-anak kita dari 12 klub yang ada,” katanya.
Atenius juga mengingatkan seluruh tim agar menjunjung tinggi sportivitas.
“Saya tidak ingin pertandingan ini dilakukan dengan tangan. Pertandingan dilakukan dengan kaki. Bertarung secara sportif,” tegasnya.
Menurut panitia, perputaran ekonomi selama kompetisi diperkirakan mencapai Rp10 hingga Rp20 miliar, mencakup sektor transportasi udara, perhotelan, UMKM, katering, hingga honor pemain dan pelatih.

Sebanyak 323 panitia pelaksana terlibat dalam penyelenggaraan, didukung aparat TNI-Polri, Satpol PP, tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, serta unsur keamanan lainnya.
Sebagai bagian dari pembukaan, digelar laga eksebisi antara legenda Persiwa Wamena melawan legenda Persipura Jayapura yang disaksikan ribuan masyarakat di Stadion Pendidikan Wamena. Pertandingan berlangsung seru dan berakhir dengan skor 5-2 untuk kemenangan Persipura.

Kompetisi Liga 4 Papua Pegunungan musim ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Freeport Indonesia sebagai sponsor, yang turut hadir dalam seremoni pembukaan.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh pemerintah daerah, Liga 4 Papua Pegunungan diharapkan menjadi panggung lahirnya talenta-talenta muda terbaik dari Bumi Cenderawasih Pegunungan menuju level nasional bahkan internasional. (Tundemin Kogoya – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?