JAKARTA, NOKENLIVE.com – Provinsi Papua Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Award 2026, Papua Tengah berhasil meraih Kategori Utama, sekaligus menempatkan diri sebagai salah satu dari enam provinsi terbaik di Indonesia dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Papua Tengah, dr. Agus, pada acara penganugerahan yang digelar Rabu sore, 27 Januari 2026, di Jakarta.

Sejak resmi berdiri sebagai daerah otonom baru pada tahun 2023, Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa, SH, menjadikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai fondasi utama perlindungan sosial bagi masyarakat. Komitmen kuat tersebut kini membuahkan hasil nyata di tingkat nasional.
Keberhasilan Papua Tengah meraih UHC Award 2026 ditopang oleh tiga pilar utama, yakni:
Pertama, inovasi anggaran, dengan mengunci minimal 18 persen anggaran PBPU Pemda serta mengalokasikan 37,5 persen Dana Cukai Rokok untuk memperkuat skema Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
Kedua, penjaminan berlapis, di mana Pemerintah Provinsi hadir sebagai safety net ketika kuota Jamkesda kabupaten telah terpenuhi.
Ketiga, kemudahan akses layanan, di mana masyarakat cukup membawa Kartu Keluarga (KK) atau KTP untuk memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa khawatir biaya.
Prestasi Papua Tengah semakin lengkap karena 5 dari 8 kabupaten di wilayah tersebut turut meraih UHC Award 2026 Kategori Utama, yakni Kabupaten Paniai, Nabire, Deiyai, Dogiyai, dan Intan Jaya. Sementara itu, Kabupaten Mimika, Puncak, dan Puncak Jaya terus didorong agar segera menyusul capaian serupa.
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menyampaikan bahwa penghargaan ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Penghargaan ini sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, yaitu Papua Tengah Sehat, Papua Tengah Terang,” ujar Deinas Geley.
Ia menjelaskan, visi tersebut diwujudkan melalui misi pemerataan layanan kesehatan, penguatan fasilitas kesehatan dasar dan rujukan, serta peningkatan kualitas tenaga medis. Sejumlah program prioritas pun telah dijalankan, di antaranya Koharu Sehat, yakni layanan kesehatan gratis berbasis KK/KTP, serta digitalisasi data kesehatan untuk memastikan perlindungan JKN tepat sasaran.
“JKN adalah semangat gotong royong yang sehat menopang yang sakit. Meski sebagai provinsi baru, Papua Tengah mampu melompat menuju standar kesehatan tertinggi,” tegas Deinas Geley.
Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Papua Tengah, dr. Agus, menekankan bahwa pencapaian ini bukanlah garis akhir. Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi lintas sektor guna menyempurnakan perlindungan kesehatan masyarakat.

“Pencapaian ini bukan merupakan garis finis. Ke depan, kami akan lebih memperkuat sinergi lintas sektor,” ujar dr. Agus.
Ia menambahkan, kerja sama akan diperkuat bersama Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta BPJS Kesehatan, khususnya untuk memastikan akurasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Bersama Dinas Sosial dan Dukcapil serta BPJS Kesehatan, kami memastikan akurasi data NIK, sehingga perlindungan JKN dapat dirasakan secara paripurna oleh setiap jiwa di Papua Tengah,” jelasnya.
Dengan raihan UHC Award 2026 Kategori Utama, Papua Tengah meneguhkan diri sebagai provinsi baru yang berani berinovasi, konsisten, dan progresif dalam memperjuangkan hak dasar masyarakat di bidang kesehatan, sejalan dengan visi dan misi Gubernur Meki Nawipa, SH, untuk menghadirkan pelayanan publik yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Papua Tengah.
(Redaksi – DA)







Apa komentar anda ?