ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Jumat, Januari 16, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Kronologi Kematian Ibu Hamil di RS Marthen Indey Jayapura, 17 Jam Tanpa Dokter

Kronologi Kematian Ibu Hamil di RS Marthen Indey Jayapura, 17 Jam Tanpa Dokter

Oleh : Nokenlive
30 Desember 2025
Di Kesehatan
0
Kronologi Kematian Ibu Hamil di RS Marthen Indey Jayapura, 17 Jam Tanpa Dokter

Jenazah ibu hamil, Martha Ngurmetan, saat disemayamkan di rumah duka di Jayapura, Papua, usai bayi dan ibunya tak diselamatkan di RS Marthen Indey Jayapura. Foto: Keluarga

‎JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Keluarga dari mendiang Martha Ngurmetan yang meninggal dunia saat proses persalinan di Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura, akhirnya angkat bicara.
‎
‎Saat ditemui wartawan di rumah duka, Senin (29/12/2025) Frans Koromat, perwakilan keluarga sekaligus orang tua angkat almarhumah membeberkan kronologi lengkap dan menyatakan kekecewaan mendalam atas dugaan kelalaian medis yang terjadi.

‎Menurut Frans, almarhumah tiba di RS Marthen Indey pada Jumat, 26 Desember 2025, sekitar pukul 09.15 WIT.
‎
‎Ia diterima di Unit Gawat Darurat (UGD) dan langsung diarahkan ke ruang khusus untuk ibu hamil. Setelah pemeriksaan awal menunjukkan pembukaan pertama, almarhumah dipindahkan ke ruang perawatan kebidanan yang berjarak sekitar 200 meter dari UGD.

‎Di ruang kebidanan, almarhumah ditangani sesuai petunjuk rujukan dokter, termasuk pemberian obat perangsang untuk mempercepat proses persalinan,” ujar Frans.
‎
‎Namun, selama proses berlangsung, pasien hanya berinteraksi dengan bidan. Dokter spesialis kandungan yang menangani tidak pernah hadir secara langsung sejak pagi hingga dini hari.Frans menyoroti adanya miskomunikasi antara dokter dan suami almarhumah.
‎
‎“Dokter menggunakan istilah medis yang tidak dipahami oleh suami almarhumah. Tidak ada penjelasan yang memadai soal tindakan yang akan dilakukan, termasuk soal operasi caesar,” jelasnya dalam keterangan yang diterima Nokenlive.com.
‎
‎Kondisi almarhumah terus memburuk. Ia mengalami kesakitan hebat selama berjam-jam setelah diberi obat perangsang.
‎
‎Pihak keluarga yang ingin mendampingi pun ditolak masuk oleh petugas dengan alasan pasien sedang dalam observasi.
‎
‎“Padahal dalam banyak kasus, keluarga biasanya diizinkan masuk untuk memberi dukungan moral,” tambah Frans.
‎
‎Puncaknya terjadi sekitar pukul 03.00 WIT dini hari, ketika kondisi almarhumah sudah kritis. Dokter baru tiba setelah pasien dinyatakan meninggal dunia. “Dokter datang setelah semuanya terlambat. Bahkan tindakan darurat sudah dilakukan oleh dokter jaga UGD, tapi nyawa almarhumah tidak tertolong,” ungkap Frans.
‎
‎Atas kejadian ini, keluarga menyatakan akan menempuh jalur hukum.
‎
‎“Kami melihat ini sebagai bentuk kelalaian. Selama 17 jam, tidak ada kehadiran dokter secara fisik. Ini bukan hanya soal prosedur, tapi soal kemanusiaan,” tegasnya
‎
‎Keluarga berharap proses hukum dapat memberikan keadilan dan menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.
‎
‎Mereka juga meminta agar komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien diperbaiki, terutama dalam situasi darurat dan berisiko tinggi seperti persalinan. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)

Tags: Ibu Hamil MeninggalJayapuraMarta NgurmetanPapuaRS Marthen IndeyUGD
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Laka Laut di Malam Natal, Speedboat Bermuatan 21 Orang Terbalik di Perairan Kepulauan Yapen, Polda Papua: 17 Orang Masih Dicari

Berita Selanjutnya

Polisi Selidiki Insiden Mobil Bermuatan Petasan Terbakar di Jalur Sentani–Abepura

Berita Terkait

Gerak Cepat Dinkes Papua Tengah Siaga Penuh Kawal Kesehatan Peserta Festival Media se-Tanah Papua 2026
Kabar Daerah

Gerak Cepat Dinkes Papua Tengah Siaga Penuh Kawal Kesehatan Peserta Festival Media se-Tanah Papua 2026

Ones Pahabol Dorong Pendidikan, Kesehatan, dan Makan Bergizi Gratis untuk Anak Papua Pegunungan
Kabar Daerah

Ones Pahabol Dorong Pendidikan, Kesehatan, dan Makan Bergizi Gratis untuk Anak Papua Pegunungan

‎Upaya Meningkatkan Pelayanan kesehatan, Dinkes Nabire Survey Akreditasi 2 Puskesmas
Kesehatan

‎Upaya Meningkatkan Pelayanan kesehatan, Dinkes Nabire Survey Akreditasi 2 Puskesmas

Cegah Gizi Buruk, Puskesmas Terfones di Keerom Serahkan Paket Stunting Bagi Bayi dan Balita di Kampung Lules
Kesehatan

Cegah Gizi Buruk, Puskesmas Terfones di Keerom Serahkan Paket Stunting Bagi Bayi dan Balita di Kampung Lules

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua