Yahukimo-NOKENLIVE.com – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Drs. Ones Pahabol, S.E., M.M., melakukan kunjungan kerja perdananya ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dalam rangka menyaksikan pendaratan perdana pesawat ATN Pilatus di bandara baru yang sedang dalam tahap pembangunan. Pesawat tersebut mendarat dengan sukses pada Minggu (26/10/2025), menandai tonggak sejarah penting bagi akses transportasi udara di wilayah pegunungan Papua.
Dalam sambutannya, Ones Pahabol menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan bandara tersebut, mulai dari pemerintah pusat, Kementerian Perhubungan, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan pihak gereja.
“Terima kasih banyak kepada semua pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan juga gereja sebagai pendoa utama. Ini bukan bukit, tapi gunung yang diturunkan oleh kekuatan Allah,” ungkap Ones Pahabol dengan penuh rasa haru.
Menurutnya, pembangunan bandara di Yahukimo telah berlangsung selama sembilan tahun dan menjadi bukti kerja keras serta ketekunan seluruh pihak yang terlibat. Ia juga mengapresiasi perusahaan dan masyarakat lokal yang selama ini mendukung proyek tersebut.
“Puji Tuhan, sembilan tahun lamanya bekerja. Terima kasih kepada perusahaan dan masyarakat setempat yang telah berjuang bersama membangun akses ini,” ujarnya.
Bandara tersebut, lanjut Ones, akan terus dikembangkan hingga memiliki runway sepanjang 1.500 meter, yang pembangunannya didukung langsung oleh Kementerian Perhubungan melalui anggaran APBD dan APBN.
“Runway bawah dan atas akan dibangun terus hingga 1.500 meter karena ini bagian dari dukungan Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Selain sebagai akses transportasi, Ones menekankan pentingnya bandara ini untuk membuka keterisolasian wilayah pegunungan dan mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
“Akses ini sangat penting karena menjadi benang merah yang memajukan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan gereja di daerah ini,” tuturnya.
Wakil Gubernur juga menyoroti kemajuan sumber daya manusia (SDM) lokal, terutama generasi muda Papua Pegunungan yang kini mampu mengoperasikan alat berat seperti bulldozer dan ekskavator. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa putra daerah sudah siap berperan langsung dalam pembangunan infrastruktur.
Ia menegaskan bahwa ke depan, pembangunan daerah harus lebih banyak melibatkan putra-putra asli Papua Pegunungan, agar percepatan pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Sudah saatnya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, kesehatan, dan pendidikan ditangani langsung oleh putra daerah,” kata Ones menutup sambutannya. (Redaksi DA)





Apa komentar anda ?