Jayapura, Nokenlive.Com – Wakil Walikota Jayapura Ir Haji Rustan Saru, MM, mengatakan profesi bidan sangat strategis dengan tugas dan fungsinya serta menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi kemanusiaan khususnya menyelamatkan nyawa ibu dan anak saat bersalin dan sesudah bersalin menuju 1000 hari kehidupannya.
Hal tersebut di ungkapkannya, saat menghadiri pembukaan Muscab Ke IV IBI Kota Jayapura Tahun 2025.
Kata Ir H. Rustan Saru MM, salah satu tugas yang penting bagi bidan berkaitan erat dengan menekan dan menurunkan masalah stunting atau kurang gizi di kota jayapura.
Lanjutnya, dengan melakukan bagian ini, para bidan yang tergabung dalam ikatan bidan indonesia cabang jayapura sudah membantu pemerintah daerah mengatasi masalah stunting di kota jayapura, “ Ujarnya.

Ditambahkan, lelaki asal sulawesi selatan, selama ini penanganan terhadap masalah kesehatan bagi warga hanya bersifat kuratif (pengobatan), nah di masa kepemimpinannya bersama walikota jayapura, merubah dengan sistem prefentif(pencegahan), dengan membentuk tim terpadu kesehatan yang akan turun ke lapangan untuk melakukan pendataan lengkap dari tiap rumah warga, guna mendapat data dan informasi yang lengkap terkait kondisi sosial, ekonomi, pendidikan juga kesehatan warga masyarakat kita, “ Tuturnya.
“ Berdasarkan data dinkes kota jayapura, jumlah balita 25.149 orang dan telah mendapat layanan kesehatan 7.000 sekian masih tersisa 33 persen yang perlu menjadi perhatian, untuk itu peran para bidan sangat penting guna membantu pemerintah kota jayapura dalam rangka menurunkan dan menuntaskan masalah stunting di Kota Jayapura, “ Ucapnya Wakil Walikota Kepada Nokenlive,(31/5/25).
Berharap pemimpin yang baru dapat membawa perubahan yang signifikan bagi kemajuan ikatan bidan indonesia di kota jayapura, dalam rangka membantu pemerintah daerah menangani masalah kematian ibu dan anak serta menuntaskan masalah stunting di kota jayapura, “ Cetusnya.

Sementara itu, Rodinda Sihombing, Amdk, S.Kep.M.Kes selaku Ketua IBI Kota Jayapura mengatakan kegiatan ini dihadiri sekitar 420 anggota bidan se kota jayapura, dan narasumber berasal dari dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak juga dari pemerintah daerah terkait kebijakan.
Dan mohon dukungan pemda kota jayapura, agar membuka kelas profesi bidan guna meningkatkan kemampuan para bidan yang saat ini rata-rata masih D3 dan D4 dan bisa ditingkatkan ke jenjang lebih tinggi, mengingat di Tahun 2028 para bidan yang hendak membuka kelas prakteknya harus punya kompetensi dengan sertifikasi layaknya profesi bidan.
Reporter : Melviandres Pamanggori





Apa komentar anda ?