Wamena, Nokenlive.com – Dalam sebuah langkah strategis yang menandai awal baru bagi pemberdayaan keluarga dan kesehatan masyarakat, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, secara resmi mengukuhkan Pengurus TP-PKK dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua Pegunungan Periode 2025-2030, bertempat di Hotel Grand Baliem Wamena.
Pengukuhan ini ditegaskan melalui SK 100.3.3.1/93/Tahun 2025, dan menjadi momentum penting bagi provinsi termuda di tanah Papua ini untuk memprioritaskan pembangunan manusia secara utuh dan berkelanjutan.
Sebanyak 50 pengurus TP-PKK resmi dilantik, yang akan menjalankan berbagai program di bawah empat Pokja (Kelompok Kerja):
- Pokja I: Pembinaan Karakter Keluarga
- Pokja II: Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga
- Pokja III: Ketahanan Keluarga dan Pangan
- Pokja IV: Kesehatan dan Lingkungan

Pesan Kuat dari Pemerintah: Bangun Manusia, Bukan Hanya Infrastruktur
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Ones Pahabol menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik, sambil menegaskan bahwa tugas ini adalah amanah mulia, karena berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan keluarga – pondasi utama masa depan Papua.
“Pembangunan di Papua Pegunungan tidak cukup hanya dengan membangun jalan dan gedung. Kita harus membangun manusia Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya. Inilah tugas utama TP-PKK dan Posyandu,” tegas Ones.
Ia juga menekankan pentingnya 3 Pilar Pelayanan Masyarakat, yaitu:
- Hadir untuk Melihat secara langsung kondisi masyarakat,
- Mendengar isi hati dan kebutuhan mereka, dan
- Ikut Merasakan apa yang dialami masyarakat, agar program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan nyata.
“Jangan hanya bekerja dari balik meja. Datang, lihat, dengar, dan rasakan. Maka tindakan kita akan berdampak dan bermakna,” tambahnya.

Ketua TP-PKK: Bangun Keluarga yang Bahagia, Baru Masyarakat Bisa Sejahtera
Ketua TP-PKK Papua Pegunungan, Ny. Yuliana Kobak, turut menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya, Ibu Herwin Wanggai, atas kontribusinya dalam membangun dasar program PKK di provinsi ini. Ia juga menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat dimulai dari kesejahteraan keluarga.
“Kita tidak bisa melayani masyarakat jika hubungan dalam keluarga sendiri tidak harmonis. Cinta kasih dan damai sejahtera di rumah adalah kunci kita bekerja dengan tulus untuk delapan kabupaten,” ujarnya.
Sebagai Ketua Posyandu yang juga baru dilantik, Yuliana Kobak menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam memastikan layanan dasar kesehatan ibu dan anak bisa berjalan maksimal.
“Kami berkomitmen untuk memberantas stunting dan meningkatkan gizi anak-anak Papua Pegunungan. Tapi kami tidak bisa jalan sendiri. Kami butuh sinergi dengan dinas-dinas terkait,” tegasnya.

Sinergi Jadi Kunci: Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Menuju Papua Pegunungan Sejahtera
Dengan pengukuhan ini, TP-PKK dan Posyandu Papua Pegunungan memasuki babak baru sebagai motor penggerak perubahan sosial di tengah tantangan geografis dan sosial yang masih kompleks.
Melalui kolaborasi lintas sektor, keterlibatan aktif perempuan, dan kerja nyata di tingkat akar rumput, pemerintah Papua Pegunungan menegaskan bahwa kesejahteraan tidak hanya dibangun dengan batu dan semen, tetapi dengan hati, kasih sayang, dan pelayanan nyata.
Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial. Ia menjadi panggilan untuk membangun Papua Peguungan dari rumah, dari keluarga, dan dari perempuan-perempuan tangguh yang memilih melayani. Karena dari keluarga yang kuat, lahir masyarakat yang berdaya, dan dari masyarakat yang sehat, lahirlah Papua Pegunungan yang sejahtera. ( Redaksi NL )





Apa komentar anda ?