Hasilkan Uang Puluhan Juta Setiap Harinya, Giry Wijantoro Sukses Jadi Petani Cabe di Kab. Jayapura
Laporan : Yohanes M. Palen-Sentani
Sosok Giri Wijayantoro memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura. Kehidupannya yang sangat sederhana hingga membawanya menjadi seorang pengusaha yang sukses dari sekian pengusaha yang ada di Kabupaten Jayapura saat ini.

Kesuksesannya sebagai pengusaha patut di banggakan oleh semua orang saat ini. Bagaimana tidak pria yang sangat dekat dengan masyarakat di Kabupaten Jayapura memiliki sejumlah usaha yang kini ditekuni saat ini.
Ia memiliki banyak usaha atau bisnis di Kabupaten Jayapura saat ini mulai dari usaha perhotelan, bengkel dan masih banyak usaha lainnya.
Selain jadi pengusaha karirnya dibidang politik juga cukup dikagumi, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Jayapura mendampingi mantan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw.
Kini usai tak menjabat sebagai Wakil Bupati Jayapura, Giri sapaan akrabnya kembali hidup sebagai masyarakat biasa, bahkan kini dia tengah fokus menjadi seorang petani cabe sukses di Kabupatan Jayapura saat ini.
“Saya sekarang sudah jadi masyarakat biasa lagi.Kini saya sedang fokus mengolah pertaniaan cabe milik saya yang ada di Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura,”ungkap Giri ketika ditemui di kediamannya di Sentani, Kamis(30/3/2023).
Giri mengaku memiliki lahan seluas 11,5 hektar sebagai tempat pembudidayaan cabe di Distrik Nimbokrang saat ini.
Seusai lepas jabatan dari Wakil Bupati Jayapura pada bulan Desember 2022 lalu, Giri langsung banting stir, ia fokus untuk mengelola lahan miliknya di Distrik Nimbokrang dengan menanam ribuan pohon cabe.
“Saya melihat di Kabupaten Jayapura lahan tidur dan begitu luas tetapi tidak dimanfaatkan baik oleh masyarakat.Saya pun berpikir untuk bagaimana mengelola lahan yang begitu luas ini menjadi lahan produktif yang bisa menghasilkan,”tuturnya.
Kata Giri, lahan seluas 11 hektar miliknya di Nimbokrang tersebut telah di tanam sekitar ribuan pohon cabe. Ia memulainya sejak 3 bulan yang lalu dari bulan Desember-Maret 2023. Sekarang cabenya sudah mulai panen dan dijual pedagang di Pasar Pahara Sentani hingga ke Kota Jayapura.
“Saya ada tanam cabe sebanyak 172. 500 pohon dilahan tersebut. Cabenya sudah mulai panen dan setiap harinya kita panen mencapai 700-800 Kg hampir satu ton tiap harinya,”ucap Giri.
Lanjut Giri,dari hasil cabe ini sekarang ia bisa meraup keuntungan uang hingga puluhan juta perharinya bahkan sampai ratusan juta perbulannya dari hasil jualan cabe tersebut.
Untuk memperlancar terhadap usaha pertanian cabenya tersebut kini ia memperkerjakan sebanyak 50 orang pekerja dilahan miliknya tersebut.
Selain mendapatkan keuntungan dari cabe ini, pihaknya juga sukses menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura.
“Sebetulnya tanaman holtikultura ini bagus untuk dikembangkan di Papua ini. Hanya kembali saja kepada pribadi kita sebagai masyarakat. Apakah mau atau tidak untuk memulainya,”pintanya.
Giripun termotivasi karena melihat selama ini masih banyak cabe ataupun komuditi lain yang datang dari luar Papua seperti bawang, jahe dan lainnya yang dikirim melalui pesawat di Bandara dan juga Kapal di Pelabuhan Jayapura.
Sehingga ia berpikir kenapa mesti tidak produksi saja sendiri untuk komuditi cabe di Papua. Apalagi lahan sudah luas tinggal dimanfaatkan saja untuk dikelola menjadi lahan produktif.
“Kita bisa lihat sendiri peluang dipasar dengan permintaan begitu tinggi sekali. Apa salahnya kita jemput bola dengan memproduksi sendiri. Dengan begitu cabe tidak lagi dibawa dari luar Papua,”tuturnya.
Giri menyampaikan, kendatipun setiap harinya sudah menghasilkan ratusan kilo gram cabe. Namun pihaknya belum mampu memenuhinya. Pasalnya permintaannya cabe di pedagang dan masyarakat begitu tinggi.
“Saya bangga menjadi petani cabe sekarang ini. Pasalnya petani ini menjadi peyangga tatanan Negara Indonesia saat ini.Petani hanya kalah penampilan saja, tetapi saldo rekening tidak kalah,”cetusnya.
Giri menambahkan,masyarakat harus bisa keluar dari pola pikir mereka yang merasa diri lemah, tidak mampu dan bisa, merasa petani itu kecil dan sebagainya.
Toh kenapa sekarang dirinya kini bisa buktikan semua cemohan ini. Buktinya ia sekarang bisa menghasilkan uang puluhan juta, ratusan juta hingga miliaran rupiah dari bertani.
Giripun berpikir ini wajar saja, sekarang tinggal kemauan dari masyarakat itu sendiri. Sekarang dunia pertanian sedang menunggu. Tinggal bagaimana kita menjemput peluang ini dengan baik untuk mengelolanya untuk menjadi petani yang lebih inovatif.
Tambah Giri, fokusnya sekarang ke petani cabe, namun dia sudah berpikir untuk mengembangkan usaha pertanian holtikultura lainnya seperti bawang Merah, Bawang Putih dan Jahe.
“Apa yang saya lakukan ini untuk memberikan motivasi kepada kaum muda dan juga masyarakat di Kabupaten Jayapura,agar mereka bisa menjadi petani yang inovatif dan memanfaatkan peluang yang ada untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarganya,”ucap Giri.
Tambah Giri, kuncinya jangan gengsi menjadi petani. Karena jadi petani itu bisa menjadi orang sukses asal ada tekat dan kemauan di dalam dirinya itu pasti bisa.
Toh dirinya juga tidak merasa minder dengan posisinya sekarang ini.Bertani sekarang menjadi spirit baru baginya.
“Aktivitas saya setiap harinya pergi ke kebun rica di Nimbokrang.Kecuali hari Sabtu dan Minggu itu saya ada dirumah. Karena para pekerja mereka juga ikut libur,”tutup Giri. (HANS PALEN).





Apa komentar anda ?