Sentani, Nokenlive.com
Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku RDA (18) kepada korban AR kini terus berlanjut hingga ke proses hukum.
Pihak keluarga korban AR nampaknya belum puas atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku RDA yang merupakan anak kandung dari Pejabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo.
Kini kasus yang tengah menjadi sorotan publik di Papua saat ini karena pelakunya merupakan anak seorang Pejabat Bupati Jayapura, selain diproses ke hukum pidana, kasus penganiyaan ini juga berlanjut laporan keluarga korban ke Menteri Dalam Negeri ( Mandagri) RI dan Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur Papua.
“Kasus penganiayaan ini cukup berat ini sudah merusak nama baik keluarga besar Renwarin di Tanah Papua hingga di Ambon,”ungkap orang tua Korban, Aloysius Renwarin.
Aloysius Renwarin yang berprofesi sebagai pengacara ini mengaku,akan terus melanjutkan kasus ini hingga kepersidangan di pegadilan. Bahkan pihaknya telah menyiapkan sekitar 10 kuasa hukum untuk mendampingi anaknya yang menjadi korban tindakan penganiyaan tersebut.
Selain proses hukum berjalan, pihaknya juga akan melaporkan kasus ini langsung ke Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur dan juga ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI.
“Mendagri akan kita laporkan terkait kronologis kasus ini, karena mengunakan fasilitas negara. Semua barang bukti kita sudah lengkap yakni foto dan vidio mobil dinas berplat merah yang digunakan pelaku. Bukan hanya Mendagri saja tapi tembusan juga akan ke bapak Presiden,”tegas Renwarin.
Lanjut Renwarin, sudah pasti tembusan juga ke Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur. Karena mobil berjenis Inova tersebut merupakan mobil Dinas Provinsi berplat merah yang dipakai PJ. Bupati Jayapua, Triwarno Purnomo selaku orang tua pelaku.
“Anak saya sekarang lagi trauma berat. Setiap hari kita keluarga besar berdoa untuk minta petunjuk Tuhan atas peristiwa yang terjadi.Saya sakit hati sekali, anak saya sudah mau ikut ujian akhir, mentalnya kini sudah terganggu dengan kasus ini,”tuturnya.
Renwarin menyampaikan, hingga saat ini memang ada upaya untuk damai yang dilakukan oleh PJ. Bupati Jayapura selaku orang tua pelaku, bahkan beberapa hari belakangan ini ada beberapa kali orang datang kerumahnya tapi pihaknya dan keluarga tidak menerima.
Selain itu PJ. Bupati Jayapura sendiri juga sudah mendatangi rumahnya beberapa hari lalu. Tapi tidak diterima oleh keluarga.
“Ia benar PJ. Bupati Jayapura datang kerumah kami di Perumnas 2 Waena. Kami tidak bisa menerimanya karena pas di datang keluarga sedang berdoa. Dia hanya sampe diluar pagar dan ada keluarga saya yang datang menemuinya,”pintanya.
Soal ada permintaan maaf dari PJ. Bupati saat ini, Renwarin mengatakan, permintaan maaf itu semua orang bisa lakukan dan silakan saja. Namun sebagai orang yang percaya, proses hukum tetap jalan. Mengunakan fasilitas negara tetap jalan juga laporannya.
Permohonan maaf itu juga bersifat terbuka untuk umum, bukan ditujukan kepada keluarga besar Renwarin, baik di Tanah Papua maupun yang ada di kepulauan Key Ambon.
“Ini sudah masuk keancaman keluarga besar marga Renwarin. Karena budaya kami itu Perempuan dan Tanah itu pertaruhannya nyawa. Karena tanah dan perempuan itu rahim. Sehingga proses hukum tetap jalan terus tidak ada damai,”ucapnya.
Kuasa Hukum dari bapak Gubernur, Lukas Enembe ini juga mengaku, jika dirinya juga sempat diancam dan hendak mau dipukul oleh Pj. Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo.
Renwarin menambahkan, peristiwa ini terjadi ketika ia dan pengacara bersama anggota polisi mendatangi kediaman Pj. Bupati Jayapura di Sentani untuk mengambil pelaku. Namun Pj. Bupati menolak menyerahkan anaknya dan mau minta damai namun saya menolaknya.Sehingga dari situ ada perdebatan.
“Saya sampaikan kalau tidak ada yang kebal hukum. Karena Pj. Bupati tidak mau menyerahkan anaknya untuk keluar dari dalam rumah, sehingga saya mengambil hanphone untuk foto. Dari situ mungkin PJ. Bupati tidak terima lalu dia berdiri untuk memukul saya. Namun niatnya tersebut tidak kesampai karena saat itu ada polisi yang melerai. Ada juga pengacara saya yang menjadi saksi melihat langsung peristiwa dikediaman itu,”tutup Renwarin. (HANS PALEN).





Apa komentar anda ?