Jayapura,Nokenlive.com –
Guna membantu kelancaraan tiga gereja, Kabag Humas dan Informasi Provinsi Papua Pegunungan, Levianus Kogoya menerima 2.600 buah merah
“Saat itu saya tidur di kampung,ada dua orangtua lewat dan melihatnya langsung mereka sampaikan bahwa laki-laki yang baik itu ada ini,”kata Kepala Bidang Humas dan Informasi Provinsi Papua Pegunungan,Levianus Kogoya kepada Nokenlive di Jayapura,Rabu (22/2/2023) malam.
Lanjut dia, tiba-tiba tiga orangtua datang dan menyampaikan bahwa mereka punya banyak buah merah di kampungnya.
Ketiga orangtua itu juga menyampaikan bahwa mereka juga sedang membangun rumah gembala (pastori) tetapi mencari dana untuk pembangunan rumah pastori itu.
“Mereka sampaikan bahwa kira-kira siapa yang bantu kita bahan-bahan bangunan seperti seng, semen, paku dan bahan bangunan lainnya, mungkin om ada kenal orang ka, langsung saya sampaikan bahwa saya sudah ini,”ujarnya.
“Saya sampaikan kepada ketiga orangtua yang datang itu bahwa kamu kasi buah merah itu ke saya, nanti saya bantu alat-alat gereja,”katanya.
Ketiga orangtua itu kembali ke kampungnya dan bersama masyarakat memetik sebanyak 2.600 buah merah.
“Saya kira sedikit buah merah yang dibawa, padahal mereka petik 2.600 buah merah. Karena terlalu banyak, saya buat undangan lalu bagi buah merah di 13 jemaat dan dua klasis,”ujarnya.
Buah merah itu juga dibagi ke tetangga gereja yakni ke Gereja Kemah Injil dan Gereja Baptis. Buah merah itu dikasih saja secara cuma-cuma.
“Saya punya perasaan kasih menembus perbedaan, karena terlalu banyak jadi saya bagi. Jadi,waktu itu saya dapat sekitar 2.600 buah merah,”katanya.
“Saya tidak bisa bagi orangtua punya buah merah begitu saja, tetapi saya bantu mereka bangun tiga gereja,”ujarnya.
Dia mengatakan, ketiga gereja yang dibangun yaitu Gereja Gumjal, Gereja Sardis, dan Gereja Gelowagi.
“Saya bantu mereka alat bangunan baru mereka kasih saya buah merah, karena banyak saya bagi 13 gereja,”katanya.

Levianus menjelaskan, tiga gereja sementara lagi membuat kayu, mereka belum menyiapkan kayu jadi ia membantu mereka.
Selain kayu, kata dia, ia juga membantu dengan membeli bahan bangunan seperti seng dan tripleks.
“Saya bantu membangun gereja karena tete saya itu salah satu orang pertama yang melakukan pembantisan di gereja GIDI,”ujarnya.
Bapanya, menurut dia, menurunkan pelayanan itu ke kakaknya yang kini ketua Klasis di kampungnya.
“Saya selaku anak sulung harus berbagi. Jadi, kasih ini penting, kalau kita ada kelebihan harus berbagi kepada siapa saja yang membutuhkan,”katanya.
Menurutnya, dua kampung itu, satu kampungnya buah merah dan satu kampungnya lagi buah padang
“Itu bentuk kasih. Saya sebagai anak asli daerah disitu, keluhan orangtua ini saya harus jawab,”ujarnya.
Levianus mengaku ia salah satu putera daerah disitu punya jabatan, punya pekerjaan.
“Jadi, apa yang saya kasih ini kepada orangtua ini supaya mereka juga bisa terus membagi kepada orang lain,”katanya.
Dia menyebut, dari sisi itu ia belajar berbagi tapi juga dia berharap gayanya itu bisa ditiru oleh orang lain.
“Itu spontan saya bagi buah merah itu. Kasih itu penting, kasih menembus perbedaan,”ujarnya.
“Mungkin saat kasih itu orang tidak suka, tetapi karena besar kita membawa damai kepada mereka,”tambah dia.(*)





Apa komentar anda ?