
LANNY JAYA, Nokenlive.com
Kepala Dinas Pendidikan Lanny Jaya Tan Wanimbo S.Sos. M.Si didampingi Sekretaris Dinas Wiyato memimpin Rapat Evaluasi kinerja Guru Kontrak OAL (Orang Asli Lanny Jaya) pada Senin (25/04/2022). Bertempat di Distrik Tiom, kegiatan tersebut dihadiri oleh 500 tenaga pendidik yang direkrut melalui program Unggulan Bupati yakni Guru Kontrak Orang Asli Lanny Jaya (OAL).
Pada kesempatan tersebut Kadis Pendidikan, menegaskan kepada para guru kontrak Asli Lanny Jaya untuk memberikan komitmen berupa pernyataan kesediaan untuk aktif dalam melaksanakan tugas.
“Jadi untuk tenaga guru OAL selambatnya dua minggu tidak melaksakan tugas harus di berhentikan secara tidak terhormat, dan tidak ada permintaan pindah tugas, saya minta komiteman dalam bentuk pernyataan”, ungkapnya. Dirinya juga meminta agar sebagai tenaga pendidik, para guru ini tidak melakukan hal-hal yang merugikan sekolah dan bertindak sesuai dengan tupoksi, disamping itu Surat Pernyataan Aktif yang diwajibkan akan menjadi salah satu persyaratan dalam penerimaan hak (gaji).
Evaluasi kinerja terhadap guru kontrak OAL ini dilakukan pasca 6 bulan mengajar di berbagai sekolah formal setempat, dimana sebanyak 50 persen dari total 496 tenaga guru ditempatkan pada jenjang pendidikan TK, SD, dan PAUD.
Kadis memaparkan bahwa program Guru kontrak Orang Asli Lanny Jaya merupakan program unggulan Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom dan Wakil Bupati Lanny Jaya Yemis Kogoya guna menjawab solusi kebutuhan tenaga pendidik serta pemberdayaan Orang Asli Lanny Jaya.
“Kami tidak menyediakan tempat tinggal, karena guru-guru ini notabene anak asli Lanny Jaya yang sudah paham kondisi medan dan tinggal bersama masyarakat disini, kami berharap pelayanan pendidikan lebih baik dengan keberadaan Orang Asli Lanny Jaya menjadi guru disini, jadi saya minta keseriusan karena biaya yang kami alokasikan tidak sedikit 18 Milyar lebih dari dana Otsus, bukti bahwa Bapak Bupati sangat serius mengurus masalah ini”, terangnya.
Lanjutnya, Tan Wanimbo mengatakan kebijakan program guru kontra OAL sangatlah tepat, karena mampu mengatasi persoalan pemberdayaan Orang Asli Lanny Jaya sekaligus memberikan perhatian serius bagi kemajuan Sumber Daya manusia dalam bidang Pendidikan.
Ia berharap seluruh elemen di Lanny Jaya mendukung tenaga guru kontrak selama bekerja dan dengan program ini harapan guna mewujudkan SDM yang lebih baik kedepan dapat terealisasi sehingga menghasilkan pemimpin masa depan untuk Papua maupun Kabupaten Lanny Jaya. (Red/Hms)




Apa komentar anda ?