Jayapura, Nokenlive.com – Pelatih Wushu PON Papua Nicky Ilolu mendukung segala keputusan terkait penundaan penyelenggaraan PON 20 yang akan berlangsung dibulan Oktober 2021 mendatang.
Namun penundaan tersebut tidak berdampak pada terhentinya pemusatan latihan yang sudah dilakukan selama ini, apalagi TC saat ini sudah memasuki persiapan khusus yang diperlukan ujicoba tanding untuk mengasa mental dan kemampuan para atletnya.
“Kalau hentikan dari nol lagi kita, sangat disayangkan. TC berjalan ulang sampai masuk persiapan khusus ini sangat berat, kami hanya dengar arahan dari KONI Papua. Setiap pelatih sudah susun program semua untuk sampai PON, kalau henti lagi ulang dari awal susun programnya,” kata Nicky. Senin (27/04).
Dikatakan Nicky, memang diakui wabah virus corona ini menghambat proses TC, dimana Ia bersama tim pelatih harus mengurangi intensitas latihan agar memutus mata rantai penyebaran virus dikalangan atlet.
Terlebih Puslatprov KONI Papua juga sudah menghimbau kepada seluruh cabang olahraga agar latihan mandiri sambil rutin memantau kesehatan yang menjadi prioritas. “Pengawasan ketat terus dilakukan dengan memberikan makan yang bergizi dan teratur, serta hanya berlatih di penampungan maupun tidak memberikan ijin keluar jika tidak ada kepentingan mendesak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pelatih sanda atau tarung ini mengapresiasi tim medis Puslatprov KONI Papua yang intens memperhatikan atlet selama TC dalam pencegahan dampak corona.
“Puji Tuhan kami atlet dalam kondisi baik-baik saja, kesehatan terjamin sekali karena Puslatprov KONI Papua berikan masker, hand nitaizer maupun berikan himbauan kepada Wushu Papua,” ungkapnya.
Diketahui saat ini, Wushu PON Papua akan menurunkan 11 atlet sanda atau tarung, sedangkan 5 Taulo atau seni masih berlatih dipulau Jawa dengan menargetkan 3 medali emas di PON 20 nantinya.
(Yod)





Apa komentar anda ?