ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, Agustus 27, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Beginilah RSUD Dok II Rawat Pasien Corona

Beginilah RSUD Dok II Rawat Pasien Corona

Oleh : Noken Live
27 April 2020
Di Kesehatan
0
Beginilah RSUD Dok II Rawat Pasien Corona

RSUD Dok II Jayapura

Jayapura,Nokenlive.com  – Sejak penularan virus corona jenis baru (COVID-19) masuk Papua, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura bergerak cepat membentuk tim medis dan menyiapkan ruang isolasi.

Direktur rumah sakit itu, drg Aloysius Giyai, secepatnya meminta bawahannya menyiapkan beberapa ruangan untuk tempat isolasi khusus pasien COVID-19.

Tim medis penanganan pasien positif virus corona juga dibentuk. Alat pelindung diri (APD) untuk perawat yang menangani pasien corona disediakan dalam jumlah banyak.

Pihak rumah sakit menyiapkan sebagian ruang isolasi menjadi ruang ganti APD. Karena APD hanya bisa digunakan selama delapan jam.

Setelah bergantian jam jaga, petugas harus membuka APD di ruang khusus yang disediakan dan dimusnahkan dengan cara dibakar di tempat yang sudah disiapkan.

Tidak hanya APD, kamar mandi beserta sabun, sampo beserta kelengkapan mandi lainnya, juga disiapkan untuk petugas yang merawat pasien corona.

Setelah bertugas, petugas langsung mandi sebelum pulang ke asrama, tempat tinggal sementara untuk merawat pasien corona.

Semenjak virus corona ini masuk Papua, awal Maret lalu, belasan pasien positif virus itu dirujuk ke RSUD Jayapura. Semua pasien corona yang masuk ke RSUD Jayapura, kondisinya stabil tanpa memakai alat bantuan pernapasan, yakni oksigen.

“Kondisinya tidak separah pasien di rumah sakit lain,” kata Shinta Aprilia Awaludin, salah satu perawat yang ditunjuk untuk merawat pasien virus corona.

Proses penanganan pasien positif COVID-19 kurang lebih sama dengan pasien biasa/pasien yang bukan menderita corona, prosedurnya sama, tidak beda.

Tindakan perawatannya juga sama, kecuali kalau ada instruksi khusus dari dokter. Hanya saja, pasien positif COVID-19 ini psikisnya terganggu, sehingga membutuhkan pelayanan ekstra.

Shinta mengaku ia dan teman-teman sejawatnya harus lebih dekat dengan pasien. Tak hanya pengobatan, mereka juga harus memberi motivasi kepada pasien untuk sembuh.

Perawat tak bisa lama kontak langsung dengan pasien di ruang isolasi karena virus cepat berpindah ke media apa saja.

Pihak Rumah Sakit juga menyediakan telepon pintar untuk perawat yang bertugas agar rutin bercerita dengan pasien.

Para tenaga medis menelepon pasien corona untuk bercerita dan tukar pikiran. Komunikasi via telepon dengan pasien untuk menanyakan keluhan pasien, riwayat penyakitnya, lalu mengingatkan sudah minum obat atau belum.

Setelah komunikasi, perawat harus memantau pergerakan pasien di ruang isolasi melalui sarana CCTV yang disediakan manajemen rumah sakit.

“Kalau kita sudah di ruang perawatan, biasa kita kontak dengan mereka melalui telepon dan juga memantau mereka melalui CCTV,” kata Shinta.

Makanan pasien corona hampir sama dengan makanan pasien lain atau pasien bukan terkena corona, tetapi tinggi protein dan vitamin.

Kebanyakan vitamin yang diberikan untuk menjaga daya tahan tubuh. Setelah menjadi perawatan dan dinyatakan sembuh pasien boleh pulang.

(NL/ANT)

 

Tags: Aloysius GiyaiBeginilah RSUD Dok II Rawat Pasien Coronacovid 19
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Pemangkas Rambut dan Salon Terima Bantuan

Berita Selanjutnya

Pemda Lapago Wacanakan Rapid Test Masal

Berita Terkait

Poltekkes Jayapura Edukasi Ibu Hamil Cegah Anemia dengan Jus Bayam Merah
Kesehatan

Poltekkes Jayapura Edukasi Ibu Hamil Cegah Anemia dengan Jus Bayam Merah

Dinkes Kabupaten Puncak Berangkatkan Tim Tenaga Kesehatan ke Agandugume dan Lambewi untuk Penanganan Bencana
Kesehatan

Dinkes Kabupaten Puncak Berangkatkan Tim Tenaga Kesehatan ke Agandugume dan Lambewi untuk Penanganan Bencana

Gubernur Mepa luncurkan program BANGKIT Papua Tengah guna tingkatkan kesejahteraan balita OAP
Kesehatan

Gubernur Mepa luncurkan program BANGKIT Papua Tengah guna tingkatkan kesejahteraan balita OAP

Pemkab Lanny Jaya Perkuat Koordinasi dengan BP3OKP untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan dan Pendidikan
Kesehatan

Pemkab Lanny Jaya Perkuat Koordinasi dengan BP3OKP untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan dan Pendidikan

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua