JAYAPURA, Nokenlive.com – Genre musik apa yang berkembang cepat ke wilayah Indonesia bagian timur dalam kurun beberapa tahun terakhir. Apakah perkembangan ini dampak dari kemajuan perkembangan teknologi yang semakin pesat ataukah ada hal lain? simak ulasan Noken Live.
Genre musik yang saat ini tengah digemari kalangan remaja wilayah timur, khususnya Bumi Cenderawasih mengarah pada genre musik RAP. Perkembangan seni musik di Papua tak terlepas dari perkembangan teknologi musik yang berkembang di seluruh dunia hingga masuk ke Indonesia sampai ke Papua.
Melihat kebelakang, perkembangan seni musik populer di Papua pada era 70an sampai 90an sangatlah berbeda pada era 2000an. Diuraikannya bahwa pada era 70an sampai 90an sangat susah dan mahal untuk para musisi di Papua melakukan recording setiap karya musik mereka.
Seperti grup musik populer Varunas, Black Brothers, The Coconut, Black Airmood, Black Papas, Black Sweet harus hijrah ke ibu kota Jakarta untuk merekam karya mereka di studio rekaman dalam kaset Pita dan Vinyl (piringan hitam) untuk kebutuhan industry musik.
Hanya grup musik Mambesak yang merekam karya-karya musik mereka di Museum Lokabudaya Universitas Cendrawasih Jayapura, kata Markus Rumbino, S.Sn berkecimpung didunia komproser, sounscapers kepada Noken Live beberapa waktu lalu.
Genre musik yang direkam grup-grup musik Populer Papua, kata Markus seperti pop, jazz, classic rock, reggae, keroncong. Bahkan menurutnya ada beberapa grup band memasukan unsur-unsur musik tradisi Papua kedalam setiap karya yang mereka buat dan hal inilah yang membawa beberapa grup band Papua menjadi Populer di Indonesia hingga dunia Internasional.
Pada era tahun 2000an grup-grup musik di Papua mulai dipermudah dengan masuknya beberapa studio rekaman dan juga perkembangan teknologi musik pada era 2000an mengarah ke digital recording. Ini mempengaruhi jumlah album-album musik yang beredar di Papua semakin banyak dan juga pada proses digital recording biayanya lebih murah dibandingan pada era tahun 70an dan 90an, ujar Staff Pengajar ISBI Tanah Papua ini.
Pada 5 tahun belakangan ini, dinilainya genre musik RAP sangat popular dikalangan muda diseluruh daerah yang ada di Papua, bahkan hingga saat kini genre musik tersebut semakin populer dan merupakan satu dampak dari perkembangan teknologi musik. Dampak teknologinya seperti pelaku musik RAP di Papua dapat merekam musik mereka di rumah sendiri dengan hanya menggunakan perangkat recording yang sederhana dan perkembangan teknologi internet.
Perkembangan internet yang sangat pesat di Papua juga merupakan pengaruh sangat besar sehingga genre musik RAP semakin popular di kalangan muda di seluruh daerah di Papua, kata Markus.
Masih kata markus, ada dampak negative terhadap musikalitas atau skill individu dalam memainkan alat musik, karena semua instrument atau sound yang dibutuhkan telah tersedia di software (perangkat lunak komputer) musik dan digunakan setiap pelaku musik. “Kesemuanya itu adalah satu jalan mudah untuk merangkum sebuah lagu yang akan diproduksi,” tutup Markus.
(IND)





Apa komentar anda ?