ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Rabu, Mei 13, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Demam Produksi Musik Apa Di Papua? (Bagian 1)

Demam Produksi Musik Apa Di Papua? (Bagian 1)

Oleh : Noken Live
27 Februari 2019
Di UKM, Bisnis dan Keuangan
0
Dosen ISBI Papua, Markus Rumbino

Dosen ISBI Papua, Markus Rumbino

JAYAPURA, Nokenlive.com – Genre musik apa yang berkembang cepat ke wilayah Indonesia bagian timur dalam kurun beberapa tahun terakhir. Apakah perkembangan ini dampak dari kemajuan perkembangan teknologi yang semakin pesat ataukah ada hal lain? simak ulasan Noken Live.

Genre musik yang saat ini tengah digemari kalangan remaja wilayah timur, khususnya Bumi Cenderawasih mengarah pada genre  musik RAP. Perkembangan seni musik di Papua tak terlepas dari perkembangan teknologi musik yang berkembang di seluruh dunia hingga masuk ke Indonesia sampai ke Papua.

Melihat kebelakang, perkembangan seni musik populer di Papua pada era 70an sampai 90an sangatlah berbeda pada era 2000an. Diuraikannya bahwa pada era 70an sampai 90an sangat susah dan mahal untuk para musisi di Papua melakukan recording setiap karya musik mereka.

Seperti grup musik populer Varunas, Black Brothers, The Coconut, Black Airmood, Black Papas, Black Sweet harus hijrah ke ibu kota Jakarta untuk merekam karya mereka di studio rekaman dalam kaset Pita dan Vinyl (piringan hitam) untuk kebutuhan industry musik.

Hanya grup musik Mambesak yang merekam karya-karya musik mereka di Museum Lokabudaya Universitas Cendrawasih Jayapura, kata Markus Rumbino, S.Sn berkecimpung didunia komproser, sounscapers kepada Noken Live beberapa waktu lalu.

Genre musik yang direkam grup-grup musik Populer Papua, kata Markus seperti pop, jazz, classic rock, reggae, keroncong. Bahkan menurutnya ada beberapa grup band memasukan unsur-unsur musik tradisi Papua kedalam setiap karya yang mereka buat dan hal inilah yang membawa beberapa grup band Papua menjadi Populer di Indonesia hingga dunia Internasional.

Pada era tahun 2000an grup-grup musik di Papua mulai dipermudah dengan masuknya beberapa studio rekaman dan juga perkembangan teknologi musik pada era 2000an mengarah ke digital recording. Ini mempengaruhi jumlah album-album musik yang beredar di  Papua semakin banyak dan juga pada proses digital recording biayanya lebih murah dibandingan pada era tahun 70an dan 90an, ujar Staff Pengajar ISBI Tanah Papua ini.

Pada 5 tahun belakangan ini, dinilainya genre musik RAP sangat popular dikalangan muda diseluruh daerah yang ada di Papua, bahkan hingga saat kini genre musik tersebut semakin populer dan merupakan satu dampak dari perkembangan teknologi musik. Dampak teknologinya seperti pelaku musik RAP di Papua dapat merekam musik mereka di rumah sendiri dengan hanya menggunakan perangkat recording yang sederhana dan perkembangan teknologi internet.

Perkembangan internet yang sangat pesat di Papua juga merupakan pengaruh sangat besar sehingga genre musik RAP semakin popular di kalangan muda di seluruh daerah di Papua, kata Markus.

Masih kata markus, ada dampak negative terhadap musikalitas atau skill individu dalam memainkan alat musik, karena semua instrument atau sound yang dibutuhkan telah tersedia di software (perangkat lunak komputer) musik dan digunakan setiap pelaku musik. “Kesemuanya itu adalah satu jalan mudah untuk merangkum sebuah lagu yang akan diproduksi,” tutup Markus.

(IND)

Tags: Demam Produksi MusikGenre musik
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Direncanakan Maret Sandiaga Uno Kunjungi Papua

Berita Selanjutnya

Demam Produksi Musik Apa Di Papua? (Bagian 2)

Berita Terkait

Kepiting Bakau Asal Timika Sukses Tembus Pasar Malaysia
Kabar Daerah

Kepiting Bakau Asal Timika Sukses Tembus Pasar Malaysia

Gubernur Papua Tengah Dorong Integrasi Emas demi Ketahanan Moneter 2045
Nasional

Gubernur Papua Tengah Dorong Integrasi Emas demi Ketahanan Moneter 2045

Pemprov Papua Pegunungan Kumpulkan 8 Kabupaten, Cari Solusi Tekan Harga Kebutuhan Pokok
Papua Pegunungan

Pemprov Papua Pegunungan Kumpulkan 8 Kabupaten, Cari Solusi Tekan Harga Kebutuhan Pokok

Pemkab Yalimo Latih 35 OAP Jadi Wirausaha Tangguh, Dorong Ekonomi Lokal Yang Mandiri
Kabar Daerah

Pemkab Yalimo Latih 35 OAP Jadi Wirausaha Tangguh, Dorong Ekonomi Lokal Yang Mandiri

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua