Enarotali, Nokenlive.com – Bupati Paniai, Meki Nawipa mengatakan ada korupsi yang di lakukan pihak tertentu yang memasukan nama – nama pegawai honorer yang berlebihan di SK untuk dengan mudah mencairkan uang dari Bank Papua di Enarotali.
“Kami menemukan salah satu pintu korupsi yang tidak diketahui oleh orang termasuk BPK dan KPK dimana ada oknum tertentu yang bermain dengan pihak Bank Papua. Mereka masukan nama pegawai honor hingga ribuan orang,” ungkap Meki Nawipa
Bupati yang juga Pilot ini membeberkan dalam satu tahun Bank Papua Cabang Enarotali mengeluarkan uang Rp 50 Miliar.
“Bayangkan berapa uang yang mereka curi dalam lima tahun kalau satu tahun saja sudah Rp 50 Miliar,” bebernya
Nawipa menjelaskan bahwa uang tersebut milik rakyat Paniai dan bukan sedikit, namun ulah orang yang tidak bertanggung jawab sehingga uang yang harusnya di gunakan untuk pembangunan di kuras hingga habis.
“Ini bukan uang kecil, ini uang milik rakyat Paniai . Orang-orang tidak bertanggung jawab sudah kuras habis,” katanya
Bupati yang di lantik 23 November 2018 ini telah mengetahui oknum – oknum yang melakukan korupsi tersebut, untuk itu dirinya menghimbau agar kejahatan ini jangan di ulangi lagi. Meki mempersilahkan koruptor meninggalkan Paniai karena akan di bersihkan.
“Silahkan pulang ke kampung halamanmu, jangan lagi mencuri di kabupaten Paniai , kita harus bersihkan,” tegasnya
Untuk mengantisipasi kejahatan ini terjadi lagi, dirinya meminta semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintahan setempat untuk melakukan pendataan ulang.
“Karena saya tahu ada korupsi itu yang saya perintahkan data ulang semua pegawai honorer dalam triwulan awal,” Pintanya.
Nama-nama yang dimasukan dalam daftar SK merupakan orang dari luar Papua, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Maluku juga orang asli Papua serta asli Paniai .
”Tapi tidak kerja sebagai pegawai honor. Hanya sekedar nama saja untuk oknum-oknum itu mau curi uang,” Tuturnya.
(NL28)





Apa komentar anda ?