ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Sabtu, Mei 2, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Ini Pejelasan Kodam Cendrawasih Tekait Bom dan Serangan Udara di Nduga

Ini Pejelasan Kodam Cendrawasih Tekait Bom dan Serangan Udara di Nduga

Oleh : Noken Live
27 Desember 2018
Di Hukum dan Kriminal
0
Konfrensi Pers Terkait Bom dan Serangan Udara di Nduga

Konfrensi Pers Terkait Bom dan Serangan Udara di Nduga

Kota Jayapura, Nokenlive.com – Kepala penerangan daerah militer (Kapendam) XVII Cenderawasih dan Kapaldam berikan penjelasan tentang serangan dan pengeboman udara di Kabupten Nduga pada 1-2 Desember lalu.

Menyikapi hal tersebut Kepala Peralatan Daerah Milter (Kapaldam) Kolonel CPN Dwi Soemartono mengatakan jadi apa yang dikalaim oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu bukan granat tetapi bom asap jenis GT6-AS fungsinya untuk tabir atau yang biasa digunakan oleh para penerjun payaung sebagai penanda untuk lakukan pendaratan.

Isi hanya hitrogen yang adalah salah satu bahan kimia yang bereaksi dengan udara dan menjadi asap secara otomatis.GT6-AS ini aman karena hanya mengeluarkan asap saja tidak membunuh seperti yang di kalim oleh KKB tegas Dwi Rabu (26/12/2018).

Sedangkan tiga jenis granat lainnya lanjut Dwi, M-406 buatan Amerika,CIS 40 AGL buatan Singapura dan satu granat lainnya adalah buatan Pindad,senjata yang digunakan untuk ketiga jenis granat lontar ini yaitu senjata jenis SPG-A1 kaliber 40 mm.

Untuk diketahui juga senjata dan granat ini sudah melekat pada TNI saat melakukan tugas Rik Sip Ops, jadi didalam satu regu biasanya sesuai taktik Infantri pasti ada satu senjata seperti ini.

Jarak mematikan proyektil ini juga terbatas tidak seperti yang digambarkan oleh KKB dan ini merupakan senjata standar yang digunakan oleh pasukan Infantri di seluruh dunia tujasnya.

Sementara itu ditambakan Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Infantri M Aidi jadi apa yang selama ini beredar di media sosial yang di duga pasukan TNI melakukan serangan udara dan pengeboman di Nduga memakai bom Fosfort,ternyata mereka (KKB) tidak busa membedakan yang mana granat dan yang mana bom

Kalau mengunakan Bom Fosfort jaraknya itu puluhan samapai ratusan meter dan daya penghacurannya bisa menghancurkan satu kota jelas M Aidi.

Tetapi lanjut M.Aidi kami sangat maklum bahwa kelompok separatis KKB mengaplot ke sosial media mengatakan itu bom karena mereka tidak memiliki pengetahuan,

Kelompok separatis ini dengan sombongnya menantang TNI untuk berperang tetapi sayangnya mengetahui tentang senjata saja mereka tidak mempunyai pengetahuan.

Dan yang lebih di sayangkan lagi dengan kebodohannya mereka memberikan informasi bodoh yang menerimahnya juga sangup membodohi orang lain.

“Bahkan lebih konyol lagi ada Media kaliber internasional Australia ikut di bodoh-bodohi,” Tuturnya.

(NL28)

Tags: Kapendam XVII CenderawasihKasus Ndugaserangan dan pengeboman udaraTNI Vs KKB
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Perayaan Natal 2018, Walikota Jayapura Open House

Berita Selanjutnya

Kunjungan Kasih ZLS-STS Anggota Polri Sambut Natal dan Tahun Baru

Berita Terkait

Jelang May Day, Polisi Siagakan 600–800 Personel  di Nabire, Kapolres Tegaskan Kegiatan Wajib Berizin
Hukum dan Kriminal

Jelang May Day, Polisi Siagakan 600–800 Personel di Nabire, Kapolres Tegaskan Kegiatan Wajib Berizin

Sempat Ricuh, Aksi Demo di Jayapura Kondusif Setelah 1.200 Aparat Gabungan Dikerahkan
Hukum dan Kriminal

Sempat Ricuh, Aksi Demo di Jayapura Kondusif Setelah 1.200 Aparat Gabungan Dikerahkan

Demo di Wamena Sempat Ricuh, Tuntutan Dialog Damai Menguat di DPR Papua Pegunungan
Hukum dan Kriminal

Demo di Wamena Sempat Ricuh, Tuntutan Dialog Damai Menguat di DPR Papua Pegunungan

Kejari Jayapura Tangani 8 Kasus Korupsi hingga Maret 2026, Penetapan Tersangka Segera Dilakukan
Hukum dan Kriminal

Kejari Jayapura Tangani 8 Kasus Korupsi hingga Maret 2026, Penetapan Tersangka Segera Dilakukan

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua