ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Sabtu, Mei 2, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Utang Menumpuk, Stok Obat-obatan di RSUD Dok II Menipis

Utang Menumpuk, Stok Obat-obatan di RSUD Dok II Menipis

Oleh : Noken Live
20 Agustus 2018
Di Kesehatan, Provinsi Papua
0
Utang Menumpuk, Stok Obat-obatan di RSUD Dok II Menipis

Penanggung Jawab gudang obat RSUD Dok II, Andrefina Karma, saat menerima sidak Ketua Komisi V DPR Papua, Yan P Mandenas / Djaps 

Jayapura, Nokenlive.com,- Saat melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Dok II, Senin (20/08/2018), Ketua Komisi V DPR Papua, Yan P Mandenas mendapati adanya stok obat-obatan yang kian menipis.

Hal tersebut bukan hanya sekadar kabar burung yang beredar di kalangan wartawan, Minggu kemarin. Pasalnya, fakta yang terjadi di lapangan pun benar adanya.

Ini terungkap setelah Mandenas melakukan Sidak dan mengunjungi ruang-ruang vital di RSUD Dok II, termasuk gudang penyimpanan obat.

Diungkapkan oleh Penanggung Jawab gudang obat RSUD Dok II, Andrefina Karma, dalam penganggaran khususnya obat-obatan pada tahun lalu pihaknya masih mendapatkan alokasi dana hingga Rp 8 miliar, namun pada tahun ini berkurang menjadi Rp 2 miliar.

“Hal ini membuat stok obat berkurang ditambah utang piutang yang masih ada dengan pihak distributor yang biasanya bekerja dengan pihak RSUD Dok II,” ujarnya.

Kata dia, akibat dari belum membayarkan utang tersebut, maka pihak distributor pun enggan mendistribusikan obatnya lagi dan merenggangkan hubungan kerja sama.

“Karena itu, kami meminta pihak DPR Papua agar dapat mendorong Pemerintah Provinsi Papua untuk melunasi utang-utang tersebut, sehingga pendistribusian obat ke RSUD bisa stabil kembali,” harapnya. [Djaps]

Tags: Komisi V DPR PapuaObat-obatan di RSUD Dok II menipisRSUD Dok II JayapuraSidak RSUD Dok IIYan P Mandenas
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Yosina Roemajauw Hipnotis Masyarakat Kota Dengan Lagu Waniyambe

Berita Selanjutnya

Rayakan HUT RI, Ini yang Dilakukan Binmas Noken Polri di Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya

Berita Terkait

Moment Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Papua Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Yang Bermutu
Nasional

Moment Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Papua Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Yang Bermutu

PGRI Papua Siap Kawal Sinergi Program Pendidikan Nasional dan Daerah
Nasional

PGRI Papua Siap Kawal Sinergi Program Pendidikan Nasional dan Daerah

DPR Papua dorong pelaku usaha kecil manfaatkan laga Persipura di Jayapura
Provinsi Papua

DPR Papua tampung aspirasi masyarakat soal Danau Sentani hingga jalan Yapsi

DPR Papua dorong pelaku usaha kecil manfaatkan laga Persipura di Jayapura
Provinsi Papua

DPR Papua dorong pelaku usaha kecil manfaatkan laga Persipura di Jayapura

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua