ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, Juli 16, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » 70 Kasus Frambusia Di Yapen Terdeteksi Dinkes

70 Kasus Frambusia Di Yapen Terdeteksi Dinkes

Oleh : Noken Live
2 Juli 2018
Di Provinsi Papua
0
Ilustrasi kesehatan

Ilustrasi kesehatan

Jayapura, Nokenlive.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, mendeteksi sebanyak 70 kasus frambusia di Kabupaten Kepulauan Yapen setelah melakukan survey serologi pada beberapa kabupaten di provinsi tersebut.

“Dari hasil survey serologi yang dilakukan pihaknya terdapat 70 kasus penyakit frambusia di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Manular (P2M) Dinas Kesahatan Papua, Aaron Rumanum di Jayapura, Senin.

Menurut Aaron, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 2.305 orang dengan rapid diagnostic test (RDT) di Kabupaten Kepulauan Yapen ditemukan 70 kasus dengan kategori umur 1-5 tahun.

“Survey serologi dilakukan untuk mengetahui apakah di dalam darah masih terdapat penyakit frambusia. Penyakit ini harus hilang dari muka bumi,” katanya.

Survei yang sama juga dilakukan di Kabupaten Keerom, Nabire, Sarmi dan Kota Jayapura.

Di Kabupaten Nabire, survey serologi dilakukan terhadap anak 1-5 tahun diperiksa melalui RDT ditemukan dua kasus frambusia.

Selanjutnya, Kabupaten Keerom dari 200 anak yang diperiksa melalui RDT tidak ada kasus. Kabupaten Sarmi dari 1.134 anak dari usia 1-5 tahun yang diperiksa melalui RDT ditemukan tujuh kasus frambusia.

Kemudian untuk Kota Jayapura, survey serologi yang dilakukan terhadap 1.890 anak yang berusia 1-5 tahun  melalui RDT ditemukan dua kasus frambusia.

“Survey serologi terhadap penyakit frambusia ini sudah dilakukan sejak 2017 dan 2018,” ujarnya.

Penyakit Frambusia adalah sejenis penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum, yang dimana kulit mengalami infeksi akibat bakteri tersebut. Penyakit ini dapat dikategorikan sebagai penyakit menular, karena penularannya sangat cepat hanya dengan kontak langsung antara kulit penderita dengan kulit orang lain.

Penyakit ini dapat tumbuh dan berkembang biak dengan subuh pada daerah yang tropis, panas dan hujan. Selain itu, kebersihan lingkungan juga dapat menjadi factor penting pada penyakit ini, karena jika lingkungan sekitar dalam keadaan kotor maka akan dengan mudah penyakit ini tumbuh subur. Gejala penyakit frambusia, akan ditandai dengan munculnya kutil pada muka, dan pada anggota gerak seperti kaki, tangan, dan yang lainnya.

Selain itu, gejala awal pada penyakit ini akan bertahan berminggu-minggu bahkan bulan. Dan juga penyakit ini bersifat kronik, yang dimana jika tidak segera diobati akan merusak jaringan kulit, yang mana dapat menimbulkan cacat pada penderitanya.

Biasanya pada kasus yang terjadi, penyakit ini sering diderita anak berusia di bawah 15 tahun, atau usia 6-12 tahun. Namun potensi pada orang dewasa juga sangat tinggi jika tidak menjaga kebersihan lingkungan terutama di sekitar rumah. (NL)

Tags: dinkes papua
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Hari ini Jenazah Brigpol Kbarek Dievakuasi Ke Jayapura

Berita Selanjutnya

Dinkes Dorong Puskesmas Periksa Hepatitis Pada Bumil

Berita Terkait

Lepas Penerima Beasiswa ADIK 2026, Plt Kadis Pendidikan Papua Minta Mahasiswa Jaga Prestasi dan Bangun Relasi
Pendidikan

Lepas Penerima Beasiswa ADIK 2026, Plt Kadis Pendidikan Papua Minta Mahasiswa Jaga Prestasi dan Bangun Relasi

Pemancing Terjatuh dari Jembatan Merah Youtefa, Ditemukan Meninggal
Provinsi Papua

Pemancing Terjatuh dari Jembatan Merah Youtefa, Ditemukan Meninggal

GMKI Desak Komnas HAM Umumkan Hasil Investigasi Penembakan Ibu Hamil di Intan Jaya
Provinsi Papua

GMKI Desak Komnas HAM Umumkan Hasil Investigasi Penembakan Ibu Hamil di Intan Jaya

Kafilah Kota Jayapura Siap Berlaga di MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Papua
Provinsi Papua

Kafilah Kota Jayapura Siap Berlaga di MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Papua

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua