Jakarta, Nokenlive.com – Sejumlah Pimpinan MRP Provinsi Papua menggelar pertemuan bersama pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, yang di gelar pada Gedung Merah Putih, jalan kuningan persada, kecamatan setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Kedatangan rombongan pimpinan Majelis Rakyat Papua yang dipimpin Timotius Murib ini, didampingi Demas Tokoro dari Kelompok Kerja Adat dan juga Nerlince Wamuar dari Pokja Perempuan serta Perwakilan dari Pokja Agama yang disambut langsung oleh komisioner KPK Saut Situmorang di Lobby gedung Merah Putih, yang kemudian didampingi sejumlah pejabat fungsional KPK lainnya melakukan tatap muka bersama, terkait beragam persoalan pencegahan korupsi di Provinsi Papua.
Pertemuan MRP dengan pimpinan/komisioner KPK ini juga, turut membahas korupsi di bidang Sumber Daya Alam. MRP dan KPK ikut mengawasi serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas penegakan hukum dan menurunkan tingkat korupsi di Indonesia secara khusus Tanah Papua melalui koordinasi, supervisi, monitor, pencegahan, dan penindakan dengan peran serta seluruh elemen bangsa lebih lagi dalam pengawasan proyek pembangunan di tanah Papua, guna terhindar dari beragam tindak korupsi.
Hal ini dilakukan MRP, pasca menghadiri Diskusi Publik bersama dalam Investigasi TEMPO, terkait Hutan Papua dan Sengkarut Sistem Legalitas Kayu, pada hotel Morrisey Jakarta, Senin 28 Januari kemarin. Sehingga menindaklanjuti pertemuan tersebut, MRP kemudian berinisiatif menjangkau lebih dalam terhadap sumber daya alam dan Hutan di Papua yang kaya, dan saat ini sedang mengalami degradasi akibat lemahnya aspek pengawasan, sekaligus dalam pengelolaan dana Otsus Papua, yg peruntukannya pada empat bidang yakni, infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan ekonomi kerakyatan.
Diharapkan dari pertemuan bersama tersebut, jajaran petinggi dari lembaga kultur orang asli Papua ini bisa mendapat pencerahan terkait penanganan tindakan korupsi serta pengawasan terhadap perlindungan hutan di Papua.
(RH)
Jakarta, 29 Januari 2019. Salam Perubahan
#SavePapuan #SaveForest







Apa komentar anda ?